BERITA PAPUA HARI INI

BERITA PAPUA

English Edition

BERITA SORONG

BERITA PAPUA

BERITA MERAUKE

Kamis, 04 April 2019

Peringati Isra Mi’raj, Satgas Pamtas Kostrad Menjadi Juri Lomba Tata Cara Sholat

Peringati Isra Mi’raj, Satgas Pamtas Kostrad Menjadi Juri Lomba Tata Cara Sholat

PERAMALNEWS ■ Dalam rangka memperingati Hari Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW (27 Rajab 1440 H) yang jatuh tepat pada tanggal 3 April 2019, Kampung Sanggaria menggelar lomba Tata Cara Sholat yang baik dan benar yang dilaksanakan di Masjid Fisabilillah, Kampung Sanggaria, Kabupaten Keerom, Jayapura, Rabu (3/04).

Dalam kegiatan lomba tersebut, tokoh agama Kampung Sanggaria bapak Nurhadi memberi kepercayaan kepada personel Satgas Pamtas RI-PNG Pos Kout Km 31 Serka Suharto sebagai juri lomba Tata Cara Sholat bersama dengan bapak Rohimullah.

“Ini merupakan acara perlombaan rutin yang kami selenggarakan dalam menyambut hari Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Kampung kami,” terang bapak Nurhadi.

Sebanyak 62 orang peserta yang terdiri dari anak-anak usia 6-12 tahun ikut berpartisipasi dalam kegiatan lomba tersebut. “Kategori yang dilombakan di bagi tiga kategori menurut kategori umurnya, kemudian untuk penilaian dilihat dari Tata Cara urut Sholat, bacaan Do’a dalam setiap gerakan, Tajwid dalam pembacaan ayat-ayat surat dan gerakan sholatnya,” ujar bapak Nurhadi.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan sifat taat beribadah pada anak usia dini, terutama di kampung Sanggaria. Selain menggelar perlombaan, panitia juga memberikan nasehat-nasehat kepada peserta untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bapak Nurhadi pun mengucapkan terima kasih kepada personel satgas yang telah membantu menjadi juri dalam perlombaan tersebut.

■ Rasyid/Penkostrad

Turnamen Voli Dandim Cup 1714 di Puncak Jaya Berlangsung Semarak

Turnamen Voli Dandim Cup 1714 di Puncak Jaya Berlangsung Semarak

PERAMALNEWS ■ Satgas Pamrahwan Kabupaten Puncak Jaya Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad juarai turnamen bola voli Dandim Cup 1714/Puncak Jaya yang diselenggarakan dari tanggal 18 Maret – 2 April 2019 serta yang diikuti oleh seluruh Satuan TNI-Polri dan Ormas yang ada di Kabupaten Puncak Jaya. (Selasa, 02/04).

Turnamen bola voli Dandim Cup 2019 ini berlangsung semarak. Gelaran ini diadakan guna mempererat hubungan antara aparat keamanan, unsur Pemda dan masyarakat di kawasan Kabupaten Puncak Jaya.

Pada upacara penutupan Dandim Cup, Bupati Puncak Jaya Bapak Yuni Wonda memberikan tanggapan dalam sambutannya, bahwa event seperti ini harus rutin dilaksanakan dan harus di tambah lagi dengan jenis-jenis perlombaan yang lainnya.

Karena menurutnya, perlombaan ini dapat dijadikan sebagai sarana interaksi antara aparatur negara dan masyarakat sehingga jarak yang ada selama ini bisa sedikit demi sedikit terkikis agar pada masa mendatang dapat memperbaiki pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik lagi.

“Kemenangan kami ini adalan hal kecil dari tujuan utama kami, yaitu terjadinya koordinasi dengan satgas lain, pemeritah daerah dan warga Kab. Puncak Jaya. Sehingga kedepannya akan lebih akrab lagi sehingga dalam melaksanakan tugas di Kab. Puncak Jaya dalam berjalan lancar dan berhasil," ujar Kapten Tim bola voli Serka Gunawan.

■ Rasyid/Penkostrad

Gandeng PDGI, Yonif 754 Kostrad Gelar Penyuluhan Pengobatan Gigi dan Mulut di Timika

  Gandeng PDGI, Yonif 754 Kostrad Gelar Penyuluhan Pengobatan Gigi dan Mulut di Timika

PERAMALNEWS ■ Batalyon Infanteri (Yonif) 754 Kostrad kerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) berupaya mengajak masyarakat Timika untuk memberikan seyum sehat setiap harinya. Pelaksanaan kegiatan yang memiliki tema  “Senyum Cemerlang  Papua Tra Ada Bisa Blok” Timika, Rabu (3/4).

Kegiatan ini memiliki tujuan mengajak masyarakat Papua untuk senantiasa menjaga dan merawat kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini.

“Merawat dan menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan sesuatu hal yang wajib di lakukan sejak dini oleh seluruh masyarakat," ujar ketua PDGI cabang Timika drg. Pati Tangsupati Sp. Perio.

Selaku ketua Panitia drg. Nikmah Fadilah mengucapkan banyak terimaksih atas turut sertanya yonif 754 Kostrad dalam rangka mendukung kegiatan tersebut yang mana kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami Yonif 754 Kostrad dengan senang hati membantu kegiatan ini karena hal ini sangat memiliki dampak positif bagi masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui tentang kesehatan gigi dan mulut selain itu kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli lagi terhadap kesehatan diri sendiri," tutup Danyonif 754 Kostrad Mayor Inf Dodi Nur Hidayat 

Selain melaksanakan penyuluhan dan pengobatan gigi dan mulut, turut serta juga kegiatan pemeriksaan kesehatan secara umum yang dilakukan oleh Yonif 754 Kostrad yang memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang dalam hal ini di lakukan oleh Lettu Ckm dr Andrew Santosa yang juga mendapatkan perhatian dari masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mereka.

Pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar sampai dengan acara ini selesai, terpancar senyum dan keceriaan masyarakat selama melaksanakan kegiatan ini. Masyarakat pun mengucapkan banyak terimakasih kepada Yonif 754 Kostrad dan PDGI yang telah melaksanakan kegiatan ini di wilayah mereka.

 ■ Rasyid/Penkostrad

Selasa, 02 April 2019

Begini Cara Satgas Pamtas Ajari Hidup Bersih Murid SD di Mosso

Begini Cara Satgas Pamtas Ajari Hidup Bersih Murid SD di Mosso

PERAMALNEWS ■ Salah satu pendekatan yang dilakukan oleh Personel Satgas Yonif PR 328 Kostrad adalah melalui pendekatan Kesejahteraan yang meliputi kegiatan pengobatan keliling (Door To Door) kepada masyarakat yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, Personel Pos Mosso yang dipimpin oleh Serda Rizal kembali melaksanakan kegiatan pengobatan dan mengajarkan cara hidup bersih kepada Murid SD Inpres Mosso, Distrik Muara Tami, Jayapura, Senin (1/4).

Personel Satgas rutin melaksanakan pengecekan kondisi murid-murid dengan mendatangi langsung SD Inpres Kampung Mosso. Terlihat murid SD Inpres Mosso sangat antusias melihat kedatangan Personel Satgas.

“Disini kami mengajarkan kepada murid SD Inpres untuk membiasakan pola hidup sehat seperti rajin mencuci tangan sebelum makan ataupun setelah melaksanakan kegiatan dari luar,” Ujar Serda Rizal.

Personel Satgas juga mengecek kondisi kuku murid-murid SD Inpres Kampung Mosso, bagi murid yang kukunya panjang belum terpotong maka personel Satgas memotong kuku sehingga menjadi bersih dan sehat.

Kepala Sekolah SD Inpres Mosso, Bapak Sarden Mendoan, S. Pd mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari personel Satgas yang sudah mengajarkan hidup bersih seperti mencuci tangan dan bahkan memotong kuku murid-muridnya.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian personel Satgas Yonif PR 328 Kostrad  terhadap generasi penerus Papua khususnya di daerah perbatasan. Dengan membiasakan hidup bersih sejak usia dini dapat meningkatkan taraf kesehatan masyarakat yang ada di perbatasan kedepannya, sehingga dapat diajarkan kepada generasi selanjutnya.

■ Rasyid/Penkostrad

Aksi Lucu dari Lomba Busana Pedesaan di Merauke

Aksi Lucu dari Lomba Busana Pedesaan di Merauke

PERAMALNEWS ■ Dalam rangka memperingati HUT Ke-73 Persit Kartika Chandra Kirana, Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 755 Cabang XXXII Brigif 20 Koorcab Divif 3 PG Kostrad menggelar acara lomba mancing sekaligus lomba busana pedesaan suami isteri di kolam ikan Batalyon, Semangga, Merauke. Minggu (31/3).

Tidak seperti lomba memancing pada umumnya, lomba memancing kali ini agak sedikit berbeda. Bagaimana tidak, lomba mancing yang diikuti prajurit Yonif 755 Kostrad kali ini berlaku bagi yang sudah berkeluarga. Karena selain wajib didampingi oleh isterinya para peserta juga diwajibkan memakai busana ala-ala pedesaan pada zaman dahulu.

Sontak suasana mancing yang harusnya dibutuhkan ketenangan berubah menjadi ramai dan saling tertawa melihat kelucuan tingkah masing masing peserta

Tidak mau ketinggalan Komandan Batalyon Infanteri 755 Kostrad, Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E beserta Ibu Ketua Persit KCK Ranting 3 Yonif 755 Kostrad Ny. Agus mengenakan busana tahun 70an ditambah topi Caping penutup kepala.

“Selain dalam rangka memperingati HUT Persit, lomba mancing diadakan sebagai wahana berkumpulnya prajurit, Persit dan anak-anak untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan sarana hiburan bagi keluarga walaupun dengan wahana yang sangat sederhana,” ungkap Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E.

Sepanjang perlombaan terpancar kegembiraan dari masing-masing peserta sehingga membuat kehangatan dan keakraban keluarga besar Yonif 755 Kostrad

Diakhir perlombaan pemenang busana pedesaan suami isteri terbaik dan tangkapan ikan terberat menerima hadiah yang sudah disiapkan oleh Komandan Batalyon.

■ Rasyid/Penkostrad

Lagi, Satgas Pamtas Amankan 4200 Gram Ganja Kering di Perbatasan

Lagi, Satgas Pamtas Amankan 4200 Gram Ganja Kering di Perbatasan

PERAMALNEWS ■ Upaya dalam mencegah dan mengurangi peredaran barang terlarang dan illegal terus digencarkan oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Para Raider 328 Kostrad dengan melakukan patroli dan sweeping rutin di daerah perbatasan.

Usaha yang dilakukan personel Satgas pun membuahkan hasil dengan diamankannya pelaku pengedar ganja beserta barang bukti ganja yang dibawanya, Sabtu (30/03).

Dansatgas Yonif PR 328 Kostrad, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengatakan bahwa kegiatan dilakukan di dua tempat dengan waktu yang berbeda, yaitu Pos Yetti dan Pos Mosso.

“Personel Pos Yetti yang melaksanakan sweeping dipimpin oleh Sertu M. Husni mengamankan 3.400 Gram ganja kering dan 100 Gram ganja basah dari Seorang warga. Sekitar pukul 21.20 Wit, seorang pengendara motor a.n. RW (21 Th) Warga Kriko melintasi Pos. Saat diperiksa ditemukan 3.500 Gram ganja yang ada di ransel yang di bawanya yang rencana akan di edarkan,” Ujar Mayor Inf Erwin.

“Sementara di Pos Mosso yang dipimpin Serda Irfan melaksanakan patroli keamanan pada pukul 12.00 Wit di jalan tikus (Km 14), saat patroli ditemukan tas noken tak bertuan yang berisi 700 Gram ganja,” tambahnya.

Modus peredaran dan jual beli ganja sangat beragam sehingga dibutuhkan ketelitian dan kejelian personel satgas dalam mewaspadai barang-barang yang dibawa ataupun yang diletakkan begitu saja guna mencegah tertangkapnya pelaku oleh Personel Satgas.

“Dibutuhkan kepekaan terhadap modus yang digunakan oleh para pelaku, namun dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan kami akan terus selalu melakukan upaya-upaya untuk mencegah peredaran barang terlarang. Saat ini pelaku dan barang bukti sudah kami serahkan kepada pihak yang berwajib,” ungkapnya.

■ Rasyid/Penkostrad

Sabtu, 30 Maret 2019

Catatan Sandi di Sorong: Semua Boleh Gembira Memeriahkan Demokrasi


 Catatan Sandi di Sorong: Semua Boleh Gembira Memeriahkan Demokrasi

PERAMALNEWS ■ Di Sorong Papua semua bergembira, berekspresi memeriahkan demokrasi. Karena politik harusnya menggembirakan, tak ada ketakutan karena ancaman. Sedulur, yang golput boleh kok gabung bergembira dengan kita.

Demikian hal itu disampaikan oleh Kandidat Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno melalui akun @sandiuno, memberikan kesan saat kunjungannya di Sorong Papua, belum lama ini.

"Karena kami paham, memilih itu hak bukan kewajiban tak bisa dipaksakan !!," lanjut Sandiaga, kemarin.

Sementara pada bagian lain, Sandiaga juga mengkisahkan pertemuannya dengan seorang perantau asal Bima.

"Munir seorang perantau dari Bima yang saya temui di Sorong kemarin, menyampaikan bahwa sulitnya untuk memasarkan hasil pertanian bawang merah di tanah kelahirannya. Hasil panen khususnya bawang merah dari para petani di Bima mendapatkan harga yang tidak seperti mereka harapkan," tulis Sandi.

■ Martin Lawy

Demi Beli Susu dan Popok Pengungsi, TNI-Polri Ikut Galang Dana Banjir Sentani

Demi Beli Susu dan Popok Pengungsi, TNI-Polri Ikut Galang Dana Banjir Sentani

PERAMALNEWS ■ Satu minggu setelah dampak bencana banjir yang terjadi di wilayah Sentani menyebabkan ribuan pengungsi menaruh harapan untuk hidup dan makan di posko pengungsian.

Sebagai Satuan yang bertugas dalam menjaga wilayah perbatasan pun ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga.

Demi meringankan keadaan pengungsi yang saat ini membutuhkan uluran tangan dan bantuan dari berbagai pihak, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328 Kostrad yang dipimpin oleh Pabintal Satgas Lettu Kav Hendry J. Pasalbessy bersama dengan pihak kepolisian Pospol Skouw Batas Brigpol Faisal dan Karantina Hewan dan Tumbuhan Bapak Ilyas menggelar aksi peduli bencana banjir kepada para pengunjung dan pedagang pasar Skouw.

“Aksi amal peduli banjir di Sentani ini untuk meringankan beban saudara-saudara kami yang terkena musibah bencana banjir yang masih berada di posko-posko pengungsian,” ujar Lettu Kav Hendry.

Para pengunjung maupun pedagang pasar Skouw pun sangat antusias dengan kegiatan ini, terlihat hampir semua pengunjung dan pedagang pasar memberikan sumbangan baik berupa uang, pakaian layak pakai, makanan serta kebutuhan-kebutuhan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi.

“Dari hasil uang yang kami dapat hasil dari sumbangan rencana akan kami belikan susu dan popok untuk anak-anak bayi yang berada di pengungsian. Rencana akan kami salurkan langsung kepada posko-posko pengungsian yang ada di Sentani," Ujar Pak Ilyas.

■ Rasyid/Penkostrad

Persit KCK Cabang XXXII Brigif 20 Divif 3 PG Kostrad Gelar Perlombaan di Timika

Persit KCK Cabang XXXII Brigif 20 Divif 3 PG Kostrad Gelar Perlombaan di Timika

PERAMALNEWS ■ Dalam rangka memperingati HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-73 tahun 2019, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXII Brigade Infanteri 20 Divif 3 PG Kostrad bersama Persit KCK Ranting 1 Denma Brigif 20 Kostrad melaksanakan kegiatan perlombaan bola voli dan futsal memakai sarung yang dilaksanakan di Mako Brigif 20 Kostrad, Timika, kemarin.

Perlombaan bola voli dan futsal memakai sarung ini dibuka langsung Komandan Brigif 20 Kostrad Kolonel Inf Charles B.P Sagala didampingi Ketua Persit KCK Cabang XXXII Brigif 20 Koorcab Divif 3 PG Kostrad Ny. Donna Charles Sagala di ikuti Pengurus persit KCK Cabang XXXII dan anggota Persit Ranting 1 Denma Brigif 20.

Dalam sambutannya, Danbrigif 20 Kostrad Kolonel Inf Charles B.P Sagala menyampaikan laksanakan perlombaan dengan sungguh-sungguh dan serius tapi santai, perhatikan faktor keamanan, melalui kegiatan olahraga ini diharapkan dapat membina dan memupuk rasa persaudaraan serta kebersamaan diantara anggota Persit.

Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pertandingan ini, saya berharap untuk tetap selalu menjaga dan menjunjung tinggi sportivitas dan mengikuti aturan pertandingan, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Mengakhiri sambutannya Danbrigif 20 Kostrad berharap, selain untuk memperingati HUT ke-73 Persit KCK tahun 2019, kegiatan ini juga sebagai sarana komunikasi dan silaturahmi bagi sesama ibu-ibu persit. Hal tersebut, setidaknya sangat penting guna saling mengenal lebih dekat satu sama lain.

Selain itu, dengan saling kenal, maka akan semakin mepererat persatuan dan kesatuan serta memperkokoh ikatan batin dan kekompakan, sehingga akan terjalin suatu hubungan yang akrab dan harmonis.

 ■ Rasyid/Penkostrad

Kamis, 28 Maret 2019

Terjaring Sweeping di Perbatasan, Bandar Ganja Kampung Mosso Diamankan Satgas Pamtas

Terjaring Sweeping di Perbatasan, Bandar Ganja Kampung Mosso Diamankan Satgas Pamtas

PERAMALNEWS ■ Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri Para Raider  (Yonif PR) 328 Kostrad berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial JW (23 Th) bandar Ganja yang berada di Kampung Mosso bersama dengan barang bukti (BB) 600 gram ganja kering, kemarin.

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari pelaksanaan sweeping rutin yang dilaksanakan oleh personel Pos Muara Tami yang dipimpin oleh Sertu I Putu di poros jalan Kp. Mosso menuju Jayapura.

“Saat Personel melaksanakan sweeping, datang dua orang pemuda inisial OY (19 Th) dan LA (15 Th) dengan mengendarai sepeda motor. Saat melihat ada sweeping, si pengemudi langsung memutar arah saat itu juga anggota langsung mengejar dan berhasil ditangkap saat keduanya bersembunyi di semak-semak,” ujar Mayor Inf Erwin.

“Saat dilakukan penggeledahan, kami temukan 5 paket ganja seberat 300 gram yang disembunyikan di lampu depan motor milik OY,” tambah Mayor Erwin.

Setelah didalami bahwa ganja tersebut dibeli dari seorang bandar yang berada di Kampung. Mosso. Danpos Muara Tami Serka Rohmat langsung berkoordinasi dengan Pospol Batas Skouw Iptu Kasrun untuk melakukan penangkapan. “Saat diamankan tidak ada perlawanan dan ditemukan barang bukti ganja seberat 600 gram yang rencana akan dijual, dan pelaku (JW ) ini memang bandar ganja di Kampung Mosso yang sudah berkali-kali mengedarkan ganja di wilayah perbatasan,” Ujarnya.

Saat ini ketiga pelaku beserta barang bukti ganja seberat 900 gram  sudah diamankan di Polsek Muara Tami untuk diproses hukum.

 ■ Rasyid/ Penkostrad

Rabu, 27 Maret 2019

Sandiaga Janji Hadiri 165 Tahun Masuknya Injil di Papua

Sandiaga Janji Hadiri 165 Tahun Masuknya Injil di Papua

PERAMALNEWS ■ Calon wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan Pilpres 2019 bukan soal Prabowo-Sandi, tapi yang terpenting adalah merajut tenun kebhinekaan dan persaudaraan yang diawalinya dari Mansinam, pulau sejarah peradaban orang Papua.

“Saya sangat tersanjung dengan sambutan warga Manokwari dan di Pulau Mansinam, karena Mansinam adalah pulau yang menyimpan bukti-bukti sejarah peradaban orang Papua yang diawali dengan pemberitaan Injil," kata Sandiaga di Pulau Mansinam, Rabu 27 Maret 2019.

Saat tiba di Mansinam pagi tadi, Sandiaga disambut prosesi injak Buaya dan Penyu yang dibuat dari pasir, sebelum Sandiaga membasuh wajah dengan air sumur tua dan menanam dua pohon kelapa di pulau tersebut.

“Kita yakini akan semakin kuat dalam merawat kebangsaan dan persatuan, Itu yang kita harapkan. Karena Pilpres 2019 tinggal 17 hari lagi kedepan, makanya kita rawat kebhinekaan dan merawat kebudayaan dari ujung timur Indonesia,” ujarnya.

Sandiaga juga bersepakat dengan warga Manokwari khususnya di pulau Mansinam jika diijinkan Tuhan untuk memimpin Indonesia, Prabowo - Sandi akan menghadiri perayaan 165 tahun masuknya Injil di Tanah Papua pada 5 Februari 2020 mendatang.

Sandiaga juga menerima aspirasi warga Mansinam untuk pembangunan rumah layak huni dan menyiapkan generasi milenial di Papua Barat untuk mandiri dalam dunia bisnis.

“Ada dua aspirasi yang saya terima dari warga Mansinam, soal rumah dan pendidikan. Keduanya tentu akan Prabowo - Sandi buktikan lima tahun kedepan sesuai program kerja yang telah disiapkan,” ujar Sandiaga sebelum bertolak menuju lapangan Borasi untuk melakukan kampanye terbuka.

Petrus Rumfabe, tokoh adat suku Doreri di Mansinam mengatakan tradisi injak Buaya dan Penyu yang terbuat dari pasir memiliki arti tersendiri yang diyakini sukunya. Buaya sebagai lambang kekuatan dan keberanian, sedangkan Penyu melambangkan keuletan dan ketabahan dalam mengarungi samudera.

Dia juga meyakini bahwa tiket menuju Istana untuk pasangan Prabowo - Sandi sudah diberikan melalui restu doa saat Sandiaga Uno menginjakkan kaki di Pulau Mansinam dan membasuh wajahnya dengan air sumur tua.

"Mansinam adalah ikon sejarah peradaban orang Papua, jadi kalau pak Sandi sudah ke Mansinam, itu artinya dia ketok pintu rumah dan kami merestui," tutur Petrus Rumfabe.

sumber: Tempo


Cegah Wabah Malaria, Satgas Pamtas Lakukan Fogging di Kampung Kibay

  Cegah Wabah Malaria, Satgas Pamtas Lakukan Fogging di Kampung Kibay

PERAMALNEWS ■ Dalam rangka mencegah mewabahnya nyamuk Malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD), Satgas Pamtas Yonif Para Raider 328 Kostrad yang dipimpin oleh Danton Kesehatan Lettu Ckm Hamiludin bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom melaksanakan program pencegahan penyakit Malaria di Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Jayapura.

Kegiatan fogging ini merupakan kali pertama dilakukan di Kampung Kibay. Selama ini sama sekali belum pernah dilakukan pencegahan penyakit Malaria dengan pengasapan/fogging.

“Ini menjadi komitmen kami dari Satgas bersama dengan Dinas Kesehatan Jayapura yang pada bulan lalu di Jayapura kami melakukan kesepakatan kerja sama dalam pencegahan penyakit Malaria,” ujar Lettu Ckm Hamiludin.

Kampung Kibay merupakan salah satu wilayah perbatasan yang endemik Malaria, menurut data yang berada di Pos Kaliasin sudah ada 21 warga yang berobat dengan keluhan Malaria.
Kepala Kampung Kibay, bapak Charles Lumbun mengatakan bahwa selama ini belum pernah dilakukan kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mencegah penyakit Malaria, dan warga hanya berobat ke Pos milik Personel Satgas untuk mendapatkan obat.

“Kami sama sekali belum pernah mendapat pelayan kesehatan di kampung sini, kalo mau berobat juga jauh harus ke Pitewi sejauh 45 Km dari kita pu kampung disini,” ujar bapak Charles.

■ Rasyid/Penkostrad

Sandi Diterima Ketua Klasis GKI Pendeta Mamoribo Papua

 Sandi Diterima Ketua Klasis GKI Pendeta Mamoribo Papua

PERAMALNEWS ■ Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno berkampanye di Manokwari. Sandiaga sempat berenang di Teluk Doreri, Mansinam, saat hendak menuju ke Hotel Mansinam Beach.

Sandi sebelumnya mengunjungi pulau Mansinam yang dituliskan sebagai pusat peradaban Papua karena menjadi titik awal penyebaran agama Kristen di Bumi Cenderawasih. Sandi diterima Ketua Klasis GKI Pendeta Mamoribo.

Sandi lalu diajak berkeliling melihat peninggalan jejak penyebaran agama Kristen tersebut, termasuk sumur tua di dekat Gereja Tua Lahai Roi yang dulunya digali oleh dua pendeta asal Jerman, Carl William dan Goltlob Geisller (Ottow dan Geisller), tahun 1855 bersama penduduk setempat.

Mereka disebut menggalinya menggunakan tempurung kelapa.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu lantas meminum air dan mencuci muka dari sumur tersebut. Berdasarkan kearifan lokal, air sumur tua di Pulau Mansinam itu dikabarkan baik untuk kesehatan serta bisa mengabulkan cita-cita yang meminumnya

"Luar biasa keindahan pulau ini. Wisata religi dan sejarah yang meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitarnya. Katanya kalau ke Papua, tanah pertama yang harus dikunjungi adalah Pulau Mansinam ini," ucap Sandi.

Sebelum menuju ke Mansinam Beach, Sandi menanam dua pohon kelapa di pulau tersebut dan dilanjutkan menikmati kelapa muda dengan pemandangan laut biru.

Dalam dialognya di Mansinam beach resort, Sandi menyatakan dirinya bersama Prabowo Subianto akan meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat Papua.

"Papua punya potensi yang luar biasa. Dibutuhkan kepemimpinan yang tegas dan pemerintahan yang kuat untuk meningkatkan ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat Papua Barat dan Papua pada umumnya," terangnya

Ditambahkan Sandi, fokus utama Prabowo-Sandi ialah ekonomi. Harga-harga yang stabil terjangkau dan penyediaan serta penciptaan lapangan kerja.

Foto: Sandiaga di Mansinam Papua Barat

Sumber: Detik

Selasa, 26 Maret 2019

Bersama Bank BRI, Satgas Pamtas Salurkan Bantuan Logistik di Arso 8

Bersama Bank BRI, Satgas Pamtas Salurkan Bantuan Logistik di Arso 8

PERAMALNEWS ■ Bencana banjir bandang yang terjadi di wilayah Kota Jayapura membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Banjir yang terjadi begitu cepat sehingga para pengungsi tidak sempat menyelamatkan harta bendanya, hanya pakaian di badan saja yang melekat sehingga membuat para pengungsi banyak membutuhkan makanan dan pakaian layak pakai.

Untuk meringankan beban para pengungsi, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH Kostrad memberikan bantuan berupa logistik, pakaian layak pakai dan mendirikan bangunan untuk dijadikan tempat berteduh sementara.

Pos Skamto dan Pos Kout yang dipimpin oleh Wadansatgas Kapten Inf  Masrul bersama-sama dengan Kepala Cabang BRI Ria Sambono mendatangi salah satu posko pengungsian di panti asuhan Shalom yang berada di Arso 8, terdapat 88 orang pengungsi yang terdiri dari orang dewasa 53 orang, anak-anak 28 orang dan bayi 2 orang.

“Kami memberikan bantuan logistik seperti air mineral, makanan ringan dan susu untuk  bayi serta pakaian layak pakai. Selain itu kami juga membangun sebuah tempat untuk dijadikan tempat berteduh sementara bagi para pengungsi disini,” Ujar Kapten Masrul.

Salah satu korban banjir, Bapak Agustinus mengatakan bahwa dirinya tidak sempat menyelamatkan apa-apa dan memilih untuk mengungsi di panti asuhan Shalom  Arso 8.

“saya sama keluarga memilih mengungsi di panti asuhan Shalom ini karena dulu kami merupakan alumni panti disini, rata-rata orang yang mengungsi disini orang penduduk asli Keerom yang bekerja di Sentani,” Ujar Pak Agustinus.

Bapak Manurung selaku tetua di panti asuhan Shalom mengucapkan terima kasih kepada Personel Satgas yang telah memberikan perhatian dan membantu secara kemanusian kepada korban bencana alam.

“Terima kasih kepada Bapak Personel Satgas yang sudah membantu kami, memberikan kebutuhan yang diperlukan bagi para pengungsi disini,” Ujar Bapak Manurung.

■ Rasyid/Penkostrad

Duka Papua dan Menghilangnya Para Pejuang Papua

  Duka Papua dan Menghilangnya Para Pejuang Papua


Duka Papua dan Menghilangnya Para Pejuang Papua

Oleh: Johan Efraim Rumbino


Papua Berduka

Seminggu sudah Papua berduka dan bersedih dengan adanya bencana di Sentani - Jayapura, dan dalam waktu satu minggu ini juga kita orang Papua bahkan Indonesia belajar dari artinya toleransi dari Papua dan satu hal yang sangat penting untuk kita orang Papua pelajari adalah siapa saudara kita sebenarnya? Apakah mereka yang hanya lantang berteriak menuntut kemerdekaan Papua dengan alasan agar Orang Papua bisa menjadi tuan ditanah sendiri ataukah mereka yang selalu disebut dengan sebutan kolonial yang juga berbeda warna kulit dengan kita tapi bisa ikut berduka ketika Papua dilanda duka dan juga menetaskan air mata bahkan memberi dari kekurangan mereka karena mereka anggap kita adalah saudara? Hanya kita yang melihat dengan hati yang mampu menjawabnya.

Siapa Saudara Sesungguhnya

Bencana alam yang terjadi semuanya tidak terlepas dari kehendak Tuhan. Kita semua umat yang percaya mengimani hal itu, karena segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendak Tuhan, Duka kita telah berlalu dan kita harus bangkit kembali. Dalam duka kita semua mendapat pelajaran hidup yang penting dimana saudara-saudara kita dari Sabang - Merauke turut merasakan duka yang kita alami di Papua.

Saya sendiri melihat bagaimana saudara-saudara kita yang selama ini selalu dikatakan sebagai kolonial maupun penjajah, merekalah yang selalu ada sejak bencana itu terjadi. Merekalah yang mengorbankan waktu, bahkan mampu berbagi dari kekurangan mereka untuk membantu saudara-saudara kita di Sentani. Mereka membantu dengan ikhlas tanpa ada paksaan. Karena apa? Karena Papua adalah saudara mereka, Papua adalah bagian dari Indonesia, yang ketika Papua menangis maka mereka ikut menangis.

Ada satu hal yang sangat menyentuh saya ketika hari Minggu kemarin. Saat itu saya dalam perjalanan ke Bandara Sentani untuk berangkat balik ke Jakarta setelah 3 hari saya berada di Sentani untuk memberikan bantuan bagi saudara-saudara saya. Di tengah perjalanan menuju bandara saya berpapasan dengan segerombol penjual bakso yang menggunakan motor. Jumlah sekitar 30-an motor, mereka dikawal Polisi. Saya pun bingung dan bertanya dalam hati kemana mereka akan pergi?

Karena penasaran, saya memutuskan untuk mengikuti mereka dari belakang. Dan, alangkah terkejutnya saya ketika melihat langsung bahwa mereka hadir di Sentani untuk berbagi dengan saudara-saudara mereka yang menjadi korban bencana. Bakso yang biasa mereka jual, kali ini mereka sediakan secara gratis dan cuma-cuma.

Sungguh kasih yang luar biasa yang mereka tunjukan, dalam kekurangan pun mereka masih mampu berbagi. Kasih seperti inilah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita. Mereka yang tidak seiman dengan kita mampu menunjukan itu dalam duka kita saat ini.

Pejuang Papua Hanya Mampu Berkoar

Duka Sentani - Papua sudah seminggu ini. Namun, Sentani mulai bangkit membangun kembali puing-puing tangisan yang tersisa. Pertanyaan muncul, dimanakah mereka yang katanya berjuang bagi bangsa Papua? Dimanakah Beny Wenda? Dimanakah Viktor Yeimo? Dimanakah Socratez Yoman? Dimanakah Laurenz Kadepa? Dimanakah KNPB? Dimanakah ULMWP? Dimanakah OPM? Tidakkah kalian lihat Papua sedang menangis? Dimana uluran tangan kalian untuk membantu saudara-saudara kita? Dengan hebat dan lantang kalian sering berteriak bahwa kalianlah yang berjuang untuk Papua, tetapi ketika Papua menangis, kalian semua menghilang tanpa jejak. Bahkan untuk mengotori tangan kalian demi mengangkat jenasah saudara-saudara kalian pun tidak terjadi sama sekali.

Terima kasih untuk semua tindakan kalian ini, karena dari semua ini kami orang Papua belajar bahwa keluarga kami sebenarnya adalah Indonesia, saudara kami sebenarnya adalah mereka yang berbeda warna kulit dengan kami tetapi mempunyai hati dan belas kasih seperti kami.

Duka kami adalah Duka Indonesia. Karena kami Papua, kami Indonesia.

Jakarta, 25 Maret 2019

Penulis adalah aktivis Gerakan Bangun Papua

BERITA MANOKWARI

BERITA JAYAPURA

ILMU PENGASIHAN

OPINI PAPUA

English Edition

© Copyright 2018 BERITA PAPUA HARI INI | All Right Reserved