BERITA MANOKWARI

Rabu, 27 Maret 2019

Sandiaga Janji Hadiri 165 Tahun Masuknya Injil di Papua

Sandiaga Janji Hadiri 165 Tahun Masuknya Injil di Papua

PERAMALNEWS ■ Calon wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan Pilpres 2019 bukan soal Prabowo-Sandi, tapi yang terpenting adalah merajut tenun kebhinekaan dan persaudaraan yang diawalinya dari Mansinam, pulau sejarah peradaban orang Papua.

“Saya sangat tersanjung dengan sambutan warga Manokwari dan di Pulau Mansinam, karena Mansinam adalah pulau yang menyimpan bukti-bukti sejarah peradaban orang Papua yang diawali dengan pemberitaan Injil," kata Sandiaga di Pulau Mansinam, Rabu 27 Maret 2019.

Saat tiba di Mansinam pagi tadi, Sandiaga disambut prosesi injak Buaya dan Penyu yang dibuat dari pasir, sebelum Sandiaga membasuh wajah dengan air sumur tua dan menanam dua pohon kelapa di pulau tersebut.

“Kita yakini akan semakin kuat dalam merawat kebangsaan dan persatuan, Itu yang kita harapkan. Karena Pilpres 2019 tinggal 17 hari lagi kedepan, makanya kita rawat kebhinekaan dan merawat kebudayaan dari ujung timur Indonesia,” ujarnya.

Sandiaga juga bersepakat dengan warga Manokwari khususnya di pulau Mansinam jika diijinkan Tuhan untuk memimpin Indonesia, Prabowo - Sandi akan menghadiri perayaan 165 tahun masuknya Injil di Tanah Papua pada 5 Februari 2020 mendatang.

Sandiaga juga menerima aspirasi warga Mansinam untuk pembangunan rumah layak huni dan menyiapkan generasi milenial di Papua Barat untuk mandiri dalam dunia bisnis.

“Ada dua aspirasi yang saya terima dari warga Mansinam, soal rumah dan pendidikan. Keduanya tentu akan Prabowo - Sandi buktikan lima tahun kedepan sesuai program kerja yang telah disiapkan,” ujar Sandiaga sebelum bertolak menuju lapangan Borasi untuk melakukan kampanye terbuka.

Petrus Rumfabe, tokoh adat suku Doreri di Mansinam mengatakan tradisi injak Buaya dan Penyu yang terbuat dari pasir memiliki arti tersendiri yang diyakini sukunya. Buaya sebagai lambang kekuatan dan keberanian, sedangkan Penyu melambangkan keuletan dan ketabahan dalam mengarungi samudera.

Dia juga meyakini bahwa tiket menuju Istana untuk pasangan Prabowo - Sandi sudah diberikan melalui restu doa saat Sandiaga Uno menginjakkan kaki di Pulau Mansinam dan membasuh wajahnya dengan air sumur tua.

"Mansinam adalah ikon sejarah peradaban orang Papua, jadi kalau pak Sandi sudah ke Mansinam, itu artinya dia ketok pintu rumah dan kami merestui," tutur Petrus Rumfabe.

sumber: Tempo


Sandi Diterima Ketua Klasis GKI Pendeta Mamoribo Papua

 Sandi Diterima Ketua Klasis GKI Pendeta Mamoribo Papua

PERAMALNEWS ■ Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno berkampanye di Manokwari. Sandiaga sempat berenang di Teluk Doreri, Mansinam, saat hendak menuju ke Hotel Mansinam Beach.

Sandi sebelumnya mengunjungi pulau Mansinam yang dituliskan sebagai pusat peradaban Papua karena menjadi titik awal penyebaran agama Kristen di Bumi Cenderawasih. Sandi diterima Ketua Klasis GKI Pendeta Mamoribo.

Sandi lalu diajak berkeliling melihat peninggalan jejak penyebaran agama Kristen tersebut, termasuk sumur tua di dekat Gereja Tua Lahai Roi yang dulunya digali oleh dua pendeta asal Jerman, Carl William dan Goltlob Geisller (Ottow dan Geisller), tahun 1855 bersama penduduk setempat.

Mereka disebut menggalinya menggunakan tempurung kelapa.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu lantas meminum air dan mencuci muka dari sumur tersebut. Berdasarkan kearifan lokal, air sumur tua di Pulau Mansinam itu dikabarkan baik untuk kesehatan serta bisa mengabulkan cita-cita yang meminumnya

"Luar biasa keindahan pulau ini. Wisata religi dan sejarah yang meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitarnya. Katanya kalau ke Papua, tanah pertama yang harus dikunjungi adalah Pulau Mansinam ini," ucap Sandi.

Sebelum menuju ke Mansinam Beach, Sandi menanam dua pohon kelapa di pulau tersebut dan dilanjutkan menikmati kelapa muda dengan pemandangan laut biru.

Dalam dialognya di Mansinam beach resort, Sandi menyatakan dirinya bersama Prabowo Subianto akan meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat Papua.

"Papua punya potensi yang luar biasa. Dibutuhkan kepemimpinan yang tegas dan pemerintahan yang kuat untuk meningkatkan ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat Papua Barat dan Papua pada umumnya," terangnya

Ditambahkan Sandi, fokus utama Prabowo-Sandi ialah ekonomi. Harga-harga yang stabil terjangkau dan penyediaan serta penciptaan lapangan kerja.

Foto: Sandiaga di Mansinam Papua Barat

Sumber: Detik

Senin, 18 Maret 2019

Bupati Karangasem: Petugas Damkar Harus Mampu Melindungi Hasil Pembangunan


PERAMALNEWS ■ "Pantang Pulang Sebelum Api Padam Walaupun Nyawa Taruhannya " adalah semboyan penyemangat yang dimiliki Institusi Damkar. Pemerintah Kabupaten Karangasem peringati Hari Jadi yang Ke- 100 Pemadam Kebakaran (DAMKAR) yang di pimpin langsung Bupati Karangasem sebagai Inspektur Upacara  bertempat di Lapangan Tanah Aron Amlapura, Senin (18/3/2019).

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tjahjo Kumolo dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri selaku Inspektur Upacara mengatakan Peringatan Hari Ulang Tahun sebagaimana yang kita lakukan hari ini, tentu tidak hanya dijadikan forum untuk mengenang masa lalu.

Peringatan HUT Pemadam Kebakaran Ke-100, Bupati menyebutkan petugas Pemadam Kebakaran, bukan hanya penjaga kota yang bertindak pasif, tetapi lebih dari itu, berperan aktif dalam proses pembangunan, melindungi hasil pembangunan, dan memberikan perlindungan masyarakat, dengan tujuan akhir peningkatan kesejahteraan masyarakat. Termasuk terlibat aktif dalam menyukseskan agenda nasional bangsa Indonesia.

"Tugas Pemadam Kebakaran adalah melakukan pencegahan, pengendalian, penyelamatan, dan penanganan bahan berbahaya beracun kebakaran," ucap Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karangasem I Nyoman Sutirtayasa dalam wawancara usai apel mengatakan, sesuai RISPK (Rencana Indum Sistim Proteksi Kebakaran) disebutkan, Karangasem ke depan mengarah pada pembentukan 5 wilayah manajemen kebakaran, 5 sektor dan 16 Pos pemadam kebakaran. Namun saat ini baru terpenuhi 3 Pos dari 16 Pos yang masuk dalam RISPK tersebut.

Sebelumnya, selain Pos di Karangasem yang termasuk ke dalam wilayah manajemen Karangasem - Bebandem dengan jumlah personil yang dimiliki 21orang, penambahan pos pada tahun 2018 pun telah dilakukan menyusul beberapa peristiwa kebakaran yang terjadi khususnya di wilayah Karangasem bagian barat dan utara.

Hal ini disebabkan petugas seringkali mengalami keterlambatan karena akses dari pos utama menuju wilayah tersebut diperlukan waktu berjam-jam untuk tiba di lokasi ditambah lagi akses jalan yang berliku-liku sehingga pelayanan menjadi kurang maksimal.

Penambahan dua pos diantaranya, untuk pelayanan wilayah Karangasem bagian barat, seperti Selat Rendang dan Sidemen pos pemadam kebakaran dibuat di sebelah kantor camat Selat, yang dilengkapi dengan satu unit truk pemadam beserta 12 orang petugas disiagakan 24 jam dalam 3 shift.

Sedangkan untuk di wilayah Karangasem bagian utara seperti diwilayah Kecamatan Abang dan Kubu, pos pemadam kebakaran berada di rumah dinas Camat Abang Lapangan Gajah Wea. Dipos jaga Abang, ada 18 petugas yang disiagakan selama 24 jam dibagi menjadi 3 shift beserta satu unit mobil pemadam jepang dan satu unit mobil tangki.

■ Jumonty 

Selasa, 12 Maret 2019

Satgas Pamrahwan Bantu Pembenahan Pagar Pemukiman di Distrik Gurage


PERAMALNEWS ■ Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Kabupaten Puncak Jaya Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad melaksanakan karya bakti bersama masyarakat dengan membantu pembenahan pagar pemukiman di Kampung Anggajari, Distrik Gurage, Kabupaten Puncak Jaya. Senin, (11/03/2019).

Konflik sosial yang terjadi pada pertengahan tahun 2018 di Kabupaten Puncak Jaya mengakibatkan kerugian materil. Merujuk pada fakta tersebut, kehadiran Satgas diharapkan mampu memperbaiki keadaan pasca konflik tahun lalu.

Kehadiran salah satu Pos Satgas Pamrahwan Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad, yaitu Pos Sanoba dinilai mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan kembalinya warga Kampung Anggajari yang telah beberapa bulan mengungsi ke Kota Mulia. Warga menata kembali kehidupan yang dimulai dengan membenahi pagar pemukiman mereka dan dibantu oleh anggota Pos Sanoba yang pelaksanaannya dipimpin oleh Serka Widodo.

“Kami sangat berterima kasih atas ditempatkannya salah satu Pos Satgas Pamrahwan Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad di Sanoba, karena dapat memberikan rasa aman dan membantu kami untuk kembali menata kehidupan seperti semula”, ungkap bapak Iskhak Talenggen selaku Kepala Kampung Anggajari.

■ Rasyid/Penkostrad

Tak Dilengkapi Surat Resmi, Satgas Pamtas Amankan 73,5 Kg Vanilli Dan 476 Kg Kulit Kayu Masohi


PERAMALNEWS ■ Daerah perbatasan merupakan salah satu daerah yang rawan akan peredaran barang-barang ilegal dan terlarang, berbagai macam cara dilakukan agar barang-barang tersebut dapat lewat tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif PR 328 Kostrad Pos Kotis yang melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap setiap kendaraan yang melintas dan  berhasil mengamankan kendaraan yang membawa barang import ilegal tanpa dilengkapi surat-surat serta dokumen resmi berupa kulit kayu Masohi seberat 476 Kg (11 Karung) milik Ibu SR (55 Th) Warga Skouw Yambe dan Vanilli seberat 73,5 Kg milik Bapak MA (39 Th) Warga Koya Timur dan A (42 Th) Warga Hamadi.

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) menjelaskan bahwa mereka tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat dan dokumen resmi.

“Pada saat dilakukan pengecekan rutin oleh personel Pos Jaga, SR, MA dan A tidak dapat menunjukkan surat dan dokumen resmi sehingga kulit kayu Masohi dan Vanilli ilegal tersebut kami amankan. Penyelundupan Vanilli ilegal merupakan yang ketiga kali selama 4 bulan Satgas Yonif PR 328 Kostrad bertugas menjaga perbatasan,” Ujar Mayor Inf Erwin.

Setelah dilakukan koordinasi antara personel dengan pihak Balai Karantina Pertanian dari PLBN Skouw, pemilik Kayu Masohi dan pemilik Vanilli tersebut diberikan kesempatan untuk melengkapi surat-surat dan dokumen resmi.

Penyelundupan barang ilegal merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dari para pelaku tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan peraturan. Selain bertentangan dengan peraturan kegiatan penyelundupan juga sangat merugikan bagi Negara Indonesia.

■  Rasyid/Penkostrad

Senin, 11 Maret 2019

Terima Satgas Pamtas RI-PNG, Pangdam XVII/Cendrawasih Ingatkan Prajurit Kuasai Medan Kritis


PERAMALNEWS ■ Bertempat di Lapangan Upacara Yonif RK 751/VJS telah dilaksanakan upacara penerimaan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514 Kostrad dan Yonif R 321 Kostrad.

Bertindak sebagai Irup Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dan Danup Dansatgas Yonif Raider 514 Kostrad , Mayor Inf Danang Biantoro, S.I.P.,

Dalam amanatnya Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menyampaikan bahwa Papua merupakan Wilayah NKRI yang memiliki nilai strategis bagi pertahanan negara dan berpengaruh langsung terhadap kedaulatan bangsa.

"Sehingga penugasan Yonif Raider 514 Kostrad dan Yonif R 321 Kostrad merupakan implementasi dari perioritas TNI TA. 2019 yang disampaikan oleh Panglima TNI saat Rapim TNI beberapa waktu lalu yaitu penyelesaian masalah keamanan di Papua," katanya.

Lebih lanjut,  Pangdam XVII/Cendrawasih mengingatkan bahwa sektor penugasan adalah daerah yang masih dalam kategori rawan, oleh sebab itu untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam setiap kegiatan, kuasai medan-medan kritis, pelihara disiplin tempur dalam setiap pergerakan taktis dan selalu utamakan faktor pengamanan personel dan materiil.

Diakhir sambutan Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring kembali menekankan untuk selalu menjaga nama baik TNI, satuan dan diri sendiri selama pelaksanaan tugas. Hindari pelanggaran yang tidak perlu dan hindari jatuhnya korban akibat kelalaian maupun kesalahan prosedur. 

Tidak kalah pentingnya adalah agar selalu berdoa dan berserah diri pada Tuhan serta memohon keselamatan kepada-Nya sehingga bisa mengemban tugas mulia ini dengan sukses dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga pada saat Purna Tugas.

Hadir dalam upacara ini Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marzuki, Danlanud Silas Papare Marsma TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso, M.M., M.Tr (Han), Kasdam XVII/Cendrawasih Brigjen TNI Irham Waroihan, S.Sos., Danrem 173/PVB Brigjen TNI Bahman, Danrem 172/PWY,  Danrindam XVII/Cendrawasih, Kasatbrimob Polda Papua, Wadanlantamal X, Danyonif RK 751/VJS, Danyonif Raider 514/SY, Wadansatgas Yonif R 321/GT.

■ Rasyid/Penkostrad

Kamis, 07 Maret 2019

Kampung Nggolar Merupakan Kampung Paling Terisolir di Merauke, Ini Kata Mayor Inf Agus Rediyanto


PERAMALNEWS ■ Dalam rangka memperingati HUT ke-58 Kostrad, Komandan Batalyon Infanteri 755 Kostrad Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E beserta 20 orang anggotanya dan perwakilan ibu Persit melaksanakan anjangsana di Kp. Nggolar, Wasur Kabupaten Merauke. (4/3/19).

Kampung Nggolar merupakan kampung paling terisolir di Kabupaten Merauke. Berada di tepian Sungai Maro, sungai yang membelah Kota Merauke dengan sejumlah distrik penghasil pangan. Dengan jumlah penduduk sekitar 92 kepala keluarga atau berjumlah 224 jiwa, warga di Kampung ini bertahan hidup dengan mengandalkan hasil hutan, yakni menjadi manusia peramu.

Komandan Batalyon Infanteri 755 Kostrad mengatakan kita mengajak Komunitas Jeep Merauke untuk datang ke kampung ini, dikarenakan perjalanan yang berjarak 8 kilometer dari pusat Kota serta jalan berlumpur, rawa, pohon tumbang, membuat medan semakin berat untuk menuju ke kampung itu. Sehingga mengharuskan mobil jenis double gardan atau kendaraan roda dua yang sudah dimodifikasi saja yang mampu untuk melintas.

"Tujuan kita ke Kampung ini disamping anjangsana dalam rangka menyambut HUT ke- 58 Kostrad, juga membuka pengobatan secara gratis kepada masyarakat serta mengajak anak anak untuk bermain dan memberikan wawasan kebangsaan, tidak tanggung tanggung dokter batalyon langsung kita terjunkan". Ungkap Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E.

"Hati kita merasa terpanggil melihat kondisi mereka yang sangat memprihatinkan. Tanpa listrik, pendidikan yang sangat minim, jauhnya pelayanan kesehatan, bahkan untuk mendapatkan air bersih mereka harus berjalan kaki berkilo kilo membelah hutan. Semoga dengan kedatangan kita mereka dapat terhibur dan sedikit meringankan beban mereka." Tambah Komandan Batalyon Infanteri 755 Kostrad.

Diakhir kegiatan Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E menyerahkan bingkisan secara simbolis berupa beras, mie instan, minyak goreng, gula, kopi, teh serta baju layak pakai untuk masyarakat dan anak anak mereka.

Tokoh masyarakat dan juga sebagai sekretaris kampung bapak Soter Nauce mengungkapkan, "Kami sangat berterimakasih dan merasa senang atas kunjungan anggota TNI dari Kostrad yang sudah rela menembus hutan, lumpur dan rawa. Kerena selama ini kita disini tidak ada perhatian dari pemerintah."

"Kami semua disini akan selalu mengingat kebaikan jasa dari bapak bapak TNI Kostrad sekalian, dan TNI akan selalu dihati kami. Masyarakat juga ingin mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Kostrad yang ke-58, semoga Kostrad selalu bersama kami masyarakat dan tetap Jaya Selalu," Pungkasnya.

■ Rasyid/Penkostrad

Yonif 755 Kostrad Berikan Santunan Terhadap Anak Cacat Disabilitas di Merauke


PERAMALNEWS ■ Komandan Batalyon Infanteri 755 Kostrad Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E didampingi Ibu Ketua beserta 25 orang anggota dan 15 anggota Persit memberikan santunan anak yatim dan penyandang cacat disabilitas di Panti Asuhan St. Vincentius Susteran Alma Merauke, Selasa (5/3/19).

Dalam kunjungan kali ini anak-anak panti asuhan sangat antusias untuk menyambut kedatangan rombongan Yonif 755 Kostrad terlihat ketika tanpa ada komando mereka bergegas kedepan gerbang menyambut kedatangan Komandan beserta rombongan yang seakan-akan sudah seperti orang tua dan kakak mereka sendiri, nyanyian selamat datang bapak dan ibu pun mereka haturkan untuk rombongan.

Panti Asuhan St.Vincentius Susteran Alma Merauke, menampung 27 anak cacat disabilitas, yatim piatu dan 5 orang jompo. Di panti ini ditangani oleh 7 orang suster dan 7 pegawai pembantu.

Komandan Batalyon menuturkan bahwa menampung dan merawat anak cacat, yatim-piatu serta jompo bukanlah hal yang mudah. Belum lagi memenuhi kebutuhan dan biaya operasional setiap hari.

"Bukan sekedar asal menampung saja atau memperhatikan makanan serta pakaian kepada penghuni panti, hal penting seperti pembinaan iman dan pendidikan bagi anak menjadi bagian yang tidak disepelekan," ungkap Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E.

"Kunjungan kita kali ini selain memberikan semangat dan dukungan juga dalam rangka memperingati HUT ke-58Kostrad, beberapa bingkisan sengaja kita bawa untuk meringankan beban mereka." Tambah Komandan.

Di akhir kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu hymne Kostrad yang diiringi suara keyboard dari adik Cello (penyandan cacat kebutaan) menambah khidmat dalam lagu tersebut, diakhir lagu dengan spontan adik cello pun meneriakkan Dirgahayu Kostrad yang ke-58 membuat rombongan terkagum dan memberikan  tepuk tangan.

Kepala Panti Asuhan St. Vincentius Alma Merauke, Sr. Florensia mengatakan dengan kondisi ini, kita sangat mengharapkan akan banyak orang yang merasa tersentuh hatinya dan memberikan bantuan entah melalui dana maupun berupa barang, sehingga dapat membantu penambahan ruang terapi belajar dan juga mencukupi biaya operasional.

"Kita sangat bersyukur dan sangat berterimakasih atas perhatian dari Yonif 755 Kostrad yang selama ini sudah banyak membantu kita, semoga di Hari Ulang Tahun Kostrad yang ke-58 ini selalu diberikan Kesuksesan lebih dan Tuhan selalu menyertai bapak dan ibu sekalian dimanapun dan dalam tugas apapun." Pungkas Kepala Panti Asuhan St. Vincentius Alma Merauke.

■ Rasyid/Penkostrad

Potret Jalan Lumpur Trans Papua Barat


PERAMALNEWS ■ Kondisi jalan trans Papua Barat, kendaraan dari Manokwari (ibukota provinsi Papua Barat) yang ke Bintuni-kabupaten Teluk Bintuni - melewati jalan perusahaan kayu yang saat musim hujan ini berlumpur di Mamey, Distrik Tahota kabupaten Manokwari Selatan.

Biasanya waktu tempuh kendaraan antara 6 - 8 Jam, namun saat ini bisa sampai 28 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat, mobil hilux dan lainnya.

Sebagai informasi bahwa pada tanggal 30 Januari 2019 bertempat di kantor Staf Kepresidenan telah di lakukan penandatanganan kerja bersama antara Kemen PUPR dan HPH tentang pembangunan jalan di area HPH tahun 2019 pembangunan/ peningkatan kualitas jalan akan segera di kerjakan, karena telah disepakati pengurangan tonase muatan kayu sesuai dengan standar beban muatan Kementerian PUPR.

Tahun lalu sudah di mulai dari jalan menuju lokpon mamey - ibukota Distrik Tahota, tahun ini di rencanakan lanjut sampai mata jalan Isim.

Kesepakatan yakni;

1. Membangun jalan di area HPH perlu menyesuaikan dengan proses administrasi sehingga tidak menimbulkan perbuatan yang melanggar hukum.

2. Area ijin HPH sangat luas pemetaannya, sehingga tidak dimungkinkan membangun jalan baru, diluar area karena panjang ruas jalan akan menjadi lebih panjang dan waktu tempuh yang lama.

Sehingga opsi yang paling efektif, efisien dan ekonomis adalah kerjasama antara Kementerian PUPR dan HPH dalam rangka pembangunan, peningkatan kualitas jalan dan pemeliharaan jalan.

Kita harapkan Dinas PUPR Provinsi Papua Barat dan Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah VII Papua Barat dapat mengatasi persoalan jalan yang rusak berlumpur ini untuk jangka pendek dan jangka panjang. (Sumber: Kadate)
© Copyright 2018 BERITA PAPUA HARI INI | All Right Reserved