BERITA MERAUKE

Selasa, 02 April 2019

Aksi Lucu dari Lomba Busana Pedesaan di Merauke

Aksi Lucu dari Lomba Busana Pedesaan di Merauke

PERAMALNEWS ■ Dalam rangka memperingati HUT Ke-73 Persit Kartika Chandra Kirana, Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 755 Cabang XXXII Brigif 20 Koorcab Divif 3 PG Kostrad menggelar acara lomba mancing sekaligus lomba busana pedesaan suami isteri di kolam ikan Batalyon, Semangga, Merauke. Minggu (31/3).

Tidak seperti lomba memancing pada umumnya, lomba memancing kali ini agak sedikit berbeda. Bagaimana tidak, lomba mancing yang diikuti prajurit Yonif 755 Kostrad kali ini berlaku bagi yang sudah berkeluarga. Karena selain wajib didampingi oleh isterinya para peserta juga diwajibkan memakai busana ala-ala pedesaan pada zaman dahulu.

Sontak suasana mancing yang harusnya dibutuhkan ketenangan berubah menjadi ramai dan saling tertawa melihat kelucuan tingkah masing masing peserta

Tidak mau ketinggalan Komandan Batalyon Infanteri 755 Kostrad, Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E beserta Ibu Ketua Persit KCK Ranting 3 Yonif 755 Kostrad Ny. Agus mengenakan busana tahun 70an ditambah topi Caping penutup kepala.

“Selain dalam rangka memperingati HUT Persit, lomba mancing diadakan sebagai wahana berkumpulnya prajurit, Persit dan anak-anak untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan sarana hiburan bagi keluarga walaupun dengan wahana yang sangat sederhana,” ungkap Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E.

Sepanjang perlombaan terpancar kegembiraan dari masing-masing peserta sehingga membuat kehangatan dan keakraban keluarga besar Yonif 755 Kostrad

Diakhir perlombaan pemenang busana pedesaan suami isteri terbaik dan tangkapan ikan terberat menerima hadiah yang sudah disiapkan oleh Komandan Batalyon.

■ Rasyid/Penkostrad

Sabtu, 23 Maret 2019

Gunakan Rute Jalan Tikus, 7 Warga PNG Diamankan Satgas Pamtas Di Wilayah Perbatasan

Rute jalan tikus di perbatasan

PERAMALNEWS Menjaga kedaulatan wilayah perbatasan merupakan salah satu tugas pokok bagi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328 Kostrad sesuai dengan UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Sering kali terjadi berbagai macam tindak pidana maupun pelintas batas illegal yang masuk ke wilayah NKRI tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kondisi aktivitas lintas batas pun cukup beragam, berbagai  bentuk ancaman terhadap keamanan dan pertahanan lintas batas juga banyak dengan ditemukannya jalan-jalan tikus yang sulit dideteksi yang berada di kawasan hutan yang dimanfaatkan sekelompok orang untuk perlintasan batas illegal.

Untuk mencegah terjadinya pelintas batas illegal, Personel Satgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad, Pos Komando Takstis (Kotis) yang dipimpin oleh Serka Young Nicko melakukan patroli keamanan rutin di sekitar rute jalan-jalan tikus.

“Pada saat patroli kami mengamankan 7 orang pelintas batas illegal Warga negara PNG, P (64 Th), H (24 Th), I (28 Th), RS (36 Th), J (24 Th), DN (66 Th) dan A (20 Th) yang melintas melalui jalan tikus tanpa membawa dokumen resmi untuk memasuki wilayah Indonesia,” Ujar Serka Nicko.

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengatakan bahwa pelintas batas illegal masih sering terjadi di wilayah perbatasan dengan melalui jalan-jalan tikus yang berbeda-beda.

“Sesuai dengan aturan UU No 6 tahun 2011, pasal 8 ayat (1) bahwa setiap orang yang ingin masuk/keluar wilayah Indonesia wajib memiliki dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku. Di wilayah perbatasan biasanya para Warga Negara PNG mempunyai kartu lintas batas yang berwarna kuning untuk dapat memasuki wilayah Indonesia dan hanya sebatas wilayah Skouw saja, sehingga apabila Warga Negara PNG tersebut tidak mempunyai maka tidak dapat memasuki wilayah Indonesia,” Ujar Mayor Inf Erwin.

■ Rasyid/Penkostrad

Kamis, 14 Maret 2019

Kunjungi Satgas Yonif PR 328 Kostrad di Jayapura, Ini Kata Pangkostrad


PERAMALNEWS ■ Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han). didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Gabungan Kostrad beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Yonif Para Raider 328 Kostrad, yang berada di perbatasan RI-PNG untuk meninjau Pos Satgas Pamtas Yonif 328 Kostrad di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Rabu (13/3/2019).

Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Kostrad di Jayapura disambut Danlanud Jayapura, Wakapolda Papua, Danrem 172/PWY, Perwira Staf Kodam XVII/Cenderawasih dan  Ibu Pandit Sembiring Bersama pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD XVII/Cenderawasih di Bandara Sentani

Dalam Pengarahannya, Pangkostrad mengingatkan kepada personel Satgas yang bertugas di perbatasan dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat yang ada di wilayah penugasan. Prajurit Kostrad harus profesional dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, setiap prajurit bersikap ramah tamah kepada rakyat dan membantu rakyat, prajurit Kostrad harus punya semangat, niat dan tekad dalam melaksanakan tugas.

“Selain itu, prajurit harus berwibawa serta menghindari sifat-sifat yang tidak baik, karena dengan kewibawaan prajurit, maka akan dapat disegani oleh rakyat,” tambah Pangkostrad.

Pangkostrad menambahkan bahwa prajurit harus bisa mengayomi masyarakat dengan santun dan berkomunikasi yang baik. Selain itu harus mampu membela dirinya apabila menghadapi bahaya di daerah penugasan sehingga para prajurit siap membela bangsa dan negara.

Pangkostrad juga meminta agar setiap prajurit dapat mengasah kemampuan dengan membaca situasi yang ada di sekitar daerah operasi baik itu kearifan lokal maupun masyarakat di wilayah penugasan.

“Dengan sendirinya, prajurit dapat memanfaatkan potensi wilayah yang ada untuk membangun kehidupan masyarakat dengan inovasi-inovasi yang berkembang demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han).

Diakhir pengarahannya Pangkostrad mengucapkan terimakasih kepada tokoh masyarakat yang telah membantu prajurit dalam pelaksanaan tugas sehingga terjalin kerja sama yang baik antara prajurit dengan masyarakat perbatasan.

■ Rasyid/Penkostrad

Selasa, 12 Maret 2019

Danbrigif 20 Kostrad Sambut Kedatangan 600 Prajurit TNI di Nduga Papua


PERAMALNEWS ■ Komandan Brigif 20 Kostrad, Kolonel Inf Charles B.P Sagala Mendampingi Danrem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan Binsar P Sianipar menyambut kedatangan 600 prajurit Yonif Para Raider 431 Kostrad dan Yonzipur 8/SMG yang tergabung dalam Satuan Tugas Pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan di Trans Wamena Kabupaten Nduga, batas batu dan Mamugu Papua, bertempat di Dermaga Pelabuhan Poersite PT Freeport Indonesia, Timika.

Penyambutan ini di gelar di atas deck Helipad KRI dr. Soeharso. Dalam pengarahannya Danrem 172 Kolonel Inf Jonathan Binsar P Sianipar, mengatakan selamat datang dan selamat melaksanakan tugas Pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan di Trans Wamena Kabupaten Nduga, Batas Batu dan Mamugu semoga pengabdian kita kepada bangsa dan negara selalu mendapat bimbingan, petunjuk dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan semangat kejuangan yang tinggi, ditekankan kepada seluruh prajurit Satgas pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, untuk bersama-sama dengan komponen masyarakat lainnya, mewujudkan stabilitas yang kondusif di wilayahnya, agar terlaksananya pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan secara lancar dan aman.

Mengakhiri pengarahannya Danrem 172 menegaskan, gerakan separatis masih menjadi isu keamanan dalam negeri, mengingat masih adanya pihak-pihak tertentu yang berkeinginan untuk memisahkan diri dari NKRI dengan mengeksploitasi kelemahan-kelemahan dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah maupun pusat.

“Tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dengan mencermati dan mengantisipasi perkembangan situasi secara terus-menerus terhadap adanya kemungkinan ancaman-ancaman yang akan mengganggu keamanan dan keselamatan pasukan kita serta mengganggu kelancaran pembangunan Infrastruktur di jalan Trans Wamena Kab. Nduga.” Pungkas Danrem 172.

Turut hadir dalam penyambutan kedatangan satgas Yonif 431 Kostrad dan Yonzipur 8 Kostrad, Asops Kodam XVII/Cendrawasih, Kapendam XVII/Cendrawasih, Dandim 1710/MMK, Serta Danyonif 754/20/3 Kostrad.

■ Rasyid/Penkostrad

Sabtu, 09 Maret 2019

600 Prajurit TNI Tiba di Timika


PERAMALNEWS ■ Sebanyak 600 prajurit TNI Zipur 8 dan Batalyon Infantri 431 dari Kodam Wirabuana, Makassar melanjutkan pengamanan pembangunan Jalan Trans-Papua di Kabupaten Nduga, dan tiba di Pelabuhan Paumako Timika pada Sabtu (9/3).

Para prajurit TNI tersebut menumpang Kapal Motor Tatamailau milik PT Pelni.

"Esok pagi mereka akan tiba di Pelabuhan Paumako Timika. Nantinya mereka akan diberangkatkan ke Nduga untuk melanjutkan pembangunan Jalan Trans-Papua di sana," kata Kepala Staf Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi di Timika, Jumat (8/3).

Aidi mengatakan, ruas Jalan Trans-Papua yang menghubungkan Mumugu Kabupaten Asmat menuju Wamena Kabupaten Jayawijaya cukup panjang. Untuk diketahui, ruas jalan Wamena-Paro sepanjang 97,6 kilometer dan ruas jalan Paro-Mumugu sepanjang 136,2 kilometer.

Dengan kondisi jalan yang panjang serta medan geografis yang berat itu, katanya, prajurit TNI yang nantinya akan terlibat dalam pembangunan Jalan Trans-Papua akan dibagi dua kelompok. Satu kelompok akan dikerahkan dari Wamena melalui Jayapura. Sementara kelompok lainnya akan dikerahkan dari Nduga melalui Timika.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) XI Jayapura, masih terdapat 21 jembatan pada ruas Jalan Trans-Papua yang belum dikerjakan. Keseluruhan jumlah jembatan di sepanjang ruas Jalan Trans-Papua itu sebanyak 32.

"Sebanyak 21 jembatan itu yang nanti akan dikerjakan oleh TNI. Mungkin menyangkut tenaga ahli tetap kami butuhkan dari pihak kontraktor yaitu PT Istaka Karya dan PT Brantas Abipraya. Sementara untuk tenaga pekerja, operator dan lainnya semuanya dari TNI," jelas Kolonel Aidi.

Ia menegaskan, pembangunan Jalan Trans Papua yang menghubungkan Mumugu-Wamena itu terpaksa dilanjutkan oleh TNI menyusul kasus pembantaian belasan pekerja PT Istaka Karya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata/KKSB pada awal Januari di Kabupaten Nduga. Guna mendukung program tersebut, selain mengerahkan pasukan Zeni Konstruksi TNI AD yang bertugas melanjutkan pembangunan Jalan Trans-Papua, Mabes TNI juga mengerahkan pasukan Infantri Kostrad untuk memberikan perlindungan dan pengamanan bagi pasukan yang melakukan pekerjaan pembangunan Jalan Trans Papua.

Pada Kamis (7/3), tiga orang prajurit TNI AD gugur saat kontak tembak dengan KKSB Nduga pimpinan Egianus Kogoya. Kontak tembak tersebut terjadi di Distrik Mugi Kabupaten Nduga. Ketiga prajurit TNI yang gugur atas nama Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji.

Jenazah ketiga prajurit TNI tersebut telah diterbangkan ke kampung halaman mereka masing-masing pada Jumat siang. Jenazah Serda Mirwariyadin asal NTB dan Serda Siswanto Bayu Aji asal Grobokan Jawa Tengah diterbangkan dengan pesawat Garuda Indonesia dari Timika menuju Denpasar dan Jakarta pada pukul 10.30 WIT. Sementara, jenazah Serda Yusdin asal Palopo, Sulawesi Selatan diterbangkan dengan pesawat Sriwijaya Air dari Timika menuju Makassar pada pukul 12.00 WIT.

Sumber : Antara

Kamis, 07 Maret 2019

Kampung Nggolar Merupakan Kampung Paling Terisolir di Merauke, Ini Kata Mayor Inf Agus Rediyanto


PERAMALNEWS ■ Dalam rangka memperingati HUT ke-58 Kostrad, Komandan Batalyon Infanteri 755 Kostrad Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E beserta 20 orang anggotanya dan perwakilan ibu Persit melaksanakan anjangsana di Kp. Nggolar, Wasur Kabupaten Merauke. (4/3/19).

Kampung Nggolar merupakan kampung paling terisolir di Kabupaten Merauke. Berada di tepian Sungai Maro, sungai yang membelah Kota Merauke dengan sejumlah distrik penghasil pangan. Dengan jumlah penduduk sekitar 92 kepala keluarga atau berjumlah 224 jiwa, warga di Kampung ini bertahan hidup dengan mengandalkan hasil hutan, yakni menjadi manusia peramu.

Komandan Batalyon Infanteri 755 Kostrad mengatakan kita mengajak Komunitas Jeep Merauke untuk datang ke kampung ini, dikarenakan perjalanan yang berjarak 8 kilometer dari pusat Kota serta jalan berlumpur, rawa, pohon tumbang, membuat medan semakin berat untuk menuju ke kampung itu. Sehingga mengharuskan mobil jenis double gardan atau kendaraan roda dua yang sudah dimodifikasi saja yang mampu untuk melintas.

"Tujuan kita ke Kampung ini disamping anjangsana dalam rangka menyambut HUT ke- 58 Kostrad, juga membuka pengobatan secara gratis kepada masyarakat serta mengajak anak anak untuk bermain dan memberikan wawasan kebangsaan, tidak tanggung tanggung dokter batalyon langsung kita terjunkan". Ungkap Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E.

"Hati kita merasa terpanggil melihat kondisi mereka yang sangat memprihatinkan. Tanpa listrik, pendidikan yang sangat minim, jauhnya pelayanan kesehatan, bahkan untuk mendapatkan air bersih mereka harus berjalan kaki berkilo kilo membelah hutan. Semoga dengan kedatangan kita mereka dapat terhibur dan sedikit meringankan beban mereka." Tambah Komandan Batalyon Infanteri 755 Kostrad.

Diakhir kegiatan Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E menyerahkan bingkisan secara simbolis berupa beras, mie instan, minyak goreng, gula, kopi, teh serta baju layak pakai untuk masyarakat dan anak anak mereka.

Tokoh masyarakat dan juga sebagai sekretaris kampung bapak Soter Nauce mengungkapkan, "Kami sangat berterimakasih dan merasa senang atas kunjungan anggota TNI dari Kostrad yang sudah rela menembus hutan, lumpur dan rawa. Kerena selama ini kita disini tidak ada perhatian dari pemerintah."

"Kami semua disini akan selalu mengingat kebaikan jasa dari bapak bapak TNI Kostrad sekalian, dan TNI akan selalu dihati kami. Masyarakat juga ingin mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Kostrad yang ke-58, semoga Kostrad selalu bersama kami masyarakat dan tetap Jaya Selalu," Pungkasnya.

■ Rasyid/Penkostrad

Yonif 755 Kostrad Berikan Santunan Terhadap Anak Cacat Disabilitas di Merauke


PERAMALNEWS ■ Komandan Batalyon Infanteri 755 Kostrad Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E didampingi Ibu Ketua beserta 25 orang anggota dan 15 anggota Persit memberikan santunan anak yatim dan penyandang cacat disabilitas di Panti Asuhan St. Vincentius Susteran Alma Merauke, Selasa (5/3/19).

Dalam kunjungan kali ini anak-anak panti asuhan sangat antusias untuk menyambut kedatangan rombongan Yonif 755 Kostrad terlihat ketika tanpa ada komando mereka bergegas kedepan gerbang menyambut kedatangan Komandan beserta rombongan yang seakan-akan sudah seperti orang tua dan kakak mereka sendiri, nyanyian selamat datang bapak dan ibu pun mereka haturkan untuk rombongan.

Panti Asuhan St.Vincentius Susteran Alma Merauke, menampung 27 anak cacat disabilitas, yatim piatu dan 5 orang jompo. Di panti ini ditangani oleh 7 orang suster dan 7 pegawai pembantu.

Komandan Batalyon menuturkan bahwa menampung dan merawat anak cacat, yatim-piatu serta jompo bukanlah hal yang mudah. Belum lagi memenuhi kebutuhan dan biaya operasional setiap hari.

"Bukan sekedar asal menampung saja atau memperhatikan makanan serta pakaian kepada penghuni panti, hal penting seperti pembinaan iman dan pendidikan bagi anak menjadi bagian yang tidak disepelekan," ungkap Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E.

"Kunjungan kita kali ini selain memberikan semangat dan dukungan juga dalam rangka memperingati HUT ke-58Kostrad, beberapa bingkisan sengaja kita bawa untuk meringankan beban mereka." Tambah Komandan.

Di akhir kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu hymne Kostrad yang diiringi suara keyboard dari adik Cello (penyandan cacat kebutaan) menambah khidmat dalam lagu tersebut, diakhir lagu dengan spontan adik cello pun meneriakkan Dirgahayu Kostrad yang ke-58 membuat rombongan terkagum dan memberikan  tepuk tangan.

Kepala Panti Asuhan St. Vincentius Alma Merauke, Sr. Florensia mengatakan dengan kondisi ini, kita sangat mengharapkan akan banyak orang yang merasa tersentuh hatinya dan memberikan bantuan entah melalui dana maupun berupa barang, sehingga dapat membantu penambahan ruang terapi belajar dan juga mencukupi biaya operasional.

"Kita sangat bersyukur dan sangat berterimakasih atas perhatian dari Yonif 755 Kostrad yang selama ini sudah banyak membantu kita, semoga di Hari Ulang Tahun Kostrad yang ke-58 ini selalu diberikan Kesuksesan lebih dan Tuhan selalu menyertai bapak dan ibu sekalian dimanapun dan dalam tugas apapun." Pungkas Kepala Panti Asuhan St. Vincentius Alma Merauke.

■ Rasyid/Penkostrad

Bawaslu Merauke: Aparat Kampung Harus Netral


PERAMALNEWS ■ Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Merauke, Felix Tethol menghimbau kepada aparat kampung, termasuk para lurah agar tidak terlibat politik praktis, menjelang pemilu presiden maupun pemilu legislatif yang akan digelar pada 17 April 2019.

Menurut Felix Tethol, pihaknya tak bosan-bosannya memberikan himbauan kepada warga guna proses pelaksanaan pemilu tidak ada gangguan terkait keberpihakan aparat kampung maupun ASN.

“Hari ini kami melakukan sosialisasi dengan mengundang kepala kampung dari tiga distrik untuk memberikan pemahaman agar bersikap netral,” terang Felix kepada awak media, pada Rabu (6/3).

Dia menambahkan, aparat kampung maupun lurah harus memposisikan diri sebagai orang netral, tidak boleh berpihak kepada kepentingan calon tertentu. Karena ketika ketahuan, akan dilaporkan dan diproses secara hukum.

"Ketika seorang aparat kampung tertangkap ikut terlibat politik praktis, dipastikan diproses secara hukum dengan ancaman 12 bulan penjara dan denda Rp 12 juta," katanya.

Bila hal itu terbukti sudah tentu wajib ditahan. Dengan demikian, jabatan sebagai aparat kampung akan gugur. (**)
© Copyright 2018 BERITA PAPUA HARI INI | All Right Reserved