BERITA PAPUA

Selasa, 21 Mei 2019

21 Tahun Reformasi, 21 Mei 1998 Soeharto Mundur Setelah Tak Dipercaya Rakyat


PERAMALNEWS ■ 
Hari ini, tepat 21 tahun silam, pada 21 Mei 1998, tercatat sebagai salah satu momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Sebab, Jendral Besar Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Presiden kedua Indonesia, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya tepat 21 Mei 1998. Soeharto mundur setelah menjabat selama kurang lebih 32 tahun.

Mundurnya Soeharto itu merupakan salah satu dari berbagai peristiwa bersejarah di dunia yang layak dikenang pada 21 Mei.

Kejatuhan Soeharto adalah peristiwa mundurnya Soeharto dari jabatan Presiden Indonesia. Soeharto mundur pada tanggal 21 Mei 1998 setelah runtuhnya dukungan untuk dirinya, dan tidak lagi di percaya oleh rakyat. Meski Soeharto telah menjadi presiden Indonesia selama 32 tahun.

Pidato pengunduran diri Soeharto dibacakan di Istana Merdeka sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam pidatonya, Soeharto mengakui bahwa langkah ini dia ambil setelah melihat "perkembangan situasi nasional" saat itu.

Tuntutan rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang, terutama permintaan pergantian kepemimpinan nasional, menjadi alasan utama mundurnya Soeharto.

"Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, kamis 21 Mei 1998," ujar Soeharto, seperti dikuti dari dari buku Detik-detik yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi (2006) yang ditulis Bacharuddin Jusuf Habibie.

Dengan pengunduran diri ini, Soeharto menyerahkan kekuasaan kepresidenan kepada Wakil Presiden BJ Habibie.

"Sesuai dengan Pasal 8 UUD ’45, maka Wakil Presiden Republik Indonesia Prof H BJ Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden Mandataris MPR 1998-2003," kata Soeharto.

Perjuangan mahasiswa Gerakan reformasi merupakan penyebab utama yang menjatuhkan Soeharto dari kekuasaannya. Aksi demonstrasi ini mulai terjadi sejak Soeharto menyatakan bersedia untuk dipilih kembali sebagai presiden setelah Golkar memenangkan Pemilu 1997.

Situasi politik saat itu memang penuh dinamika, terutama setelah terjadinya Peristiwa 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Pemerintah dinilai menjadi penyebab terjadinya Peristiwa Sabtu Kelabu karena mencopot Megawati Soekarnoputri dari jabatan Ketua Umum PDI sehingga menimbulkan dualisme partai.

Popularitas Megawati yang meroket ketika itu, juga statusnya sebagai anak Presiden Soekarno, memang menjadi ancaman bagi kekuasaan. Apalagi, Megawati menjadi pimpinan partai menjelang Pemilu 1997.

Kamis, 04 April 2019

Gandeng PDGI, Yonif 754 Kostrad Gelar Penyuluhan Pengobatan Gigi dan Mulut di Timika

  Gandeng PDGI, Yonif 754 Kostrad Gelar Penyuluhan Pengobatan Gigi dan Mulut di Timika

PERAMALNEWS ■ Batalyon Infanteri (Yonif) 754 Kostrad kerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) berupaya mengajak masyarakat Timika untuk memberikan seyum sehat setiap harinya. Pelaksanaan kegiatan yang memiliki tema  “Senyum Cemerlang  Papua Tra Ada Bisa Blok” Timika, Rabu (3/4).

Kegiatan ini memiliki tujuan mengajak masyarakat Papua untuk senantiasa menjaga dan merawat kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini.

“Merawat dan menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan sesuatu hal yang wajib di lakukan sejak dini oleh seluruh masyarakat," ujar ketua PDGI cabang Timika drg. Pati Tangsupati Sp. Perio.

Selaku ketua Panitia drg. Nikmah Fadilah mengucapkan banyak terimaksih atas turut sertanya yonif 754 Kostrad dalam rangka mendukung kegiatan tersebut yang mana kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami Yonif 754 Kostrad dengan senang hati membantu kegiatan ini karena hal ini sangat memiliki dampak positif bagi masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui tentang kesehatan gigi dan mulut selain itu kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli lagi terhadap kesehatan diri sendiri," tutup Danyonif 754 Kostrad Mayor Inf Dodi Nur Hidayat 

Selain melaksanakan penyuluhan dan pengobatan gigi dan mulut, turut serta juga kegiatan pemeriksaan kesehatan secara umum yang dilakukan oleh Yonif 754 Kostrad yang memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang dalam hal ini di lakukan oleh Lettu Ckm dr Andrew Santosa yang juga mendapatkan perhatian dari masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mereka.

Pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar sampai dengan acara ini selesai, terpancar senyum dan keceriaan masyarakat selama melaksanakan kegiatan ini. Masyarakat pun mengucapkan banyak terimakasih kepada Yonif 754 Kostrad dan PDGI yang telah melaksanakan kegiatan ini di wilayah mereka.

 ■ Rasyid/Penkostrad

Selasa, 02 April 2019

Lagi, Satgas Pamtas Amankan 4200 Gram Ganja Kering di Perbatasan

Lagi, Satgas Pamtas Amankan 4200 Gram Ganja Kering di Perbatasan

PERAMALNEWS ■ Upaya dalam mencegah dan mengurangi peredaran barang terlarang dan illegal terus digencarkan oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Para Raider 328 Kostrad dengan melakukan patroli dan sweeping rutin di daerah perbatasan.

Usaha yang dilakukan personel Satgas pun membuahkan hasil dengan diamankannya pelaku pengedar ganja beserta barang bukti ganja yang dibawanya, Sabtu (30/03).

Dansatgas Yonif PR 328 Kostrad, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengatakan bahwa kegiatan dilakukan di dua tempat dengan waktu yang berbeda, yaitu Pos Yetti dan Pos Mosso.

“Personel Pos Yetti yang melaksanakan sweeping dipimpin oleh Sertu M. Husni mengamankan 3.400 Gram ganja kering dan 100 Gram ganja basah dari Seorang warga. Sekitar pukul 21.20 Wit, seorang pengendara motor a.n. RW (21 Th) Warga Kriko melintasi Pos. Saat diperiksa ditemukan 3.500 Gram ganja yang ada di ransel yang di bawanya yang rencana akan di edarkan,” Ujar Mayor Inf Erwin.

“Sementara di Pos Mosso yang dipimpin Serda Irfan melaksanakan patroli keamanan pada pukul 12.00 Wit di jalan tikus (Km 14), saat patroli ditemukan tas noken tak bertuan yang berisi 700 Gram ganja,” tambahnya.

Modus peredaran dan jual beli ganja sangat beragam sehingga dibutuhkan ketelitian dan kejelian personel satgas dalam mewaspadai barang-barang yang dibawa ataupun yang diletakkan begitu saja guna mencegah tertangkapnya pelaku oleh Personel Satgas.

“Dibutuhkan kepekaan terhadap modus yang digunakan oleh para pelaku, namun dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan kami akan terus selalu melakukan upaya-upaya untuk mencegah peredaran barang terlarang. Saat ini pelaku dan barang bukti sudah kami serahkan kepada pihak yang berwajib,” ungkapnya.

■ Rasyid/Penkostrad

Sabtu, 30 Maret 2019

Demi Beli Susu dan Popok Pengungsi, TNI-Polri Ikut Galang Dana Banjir Sentani

Demi Beli Susu dan Popok Pengungsi, TNI-Polri Ikut Galang Dana Banjir Sentani

PERAMALNEWS ■ Satu minggu setelah dampak bencana banjir yang terjadi di wilayah Sentani menyebabkan ribuan pengungsi menaruh harapan untuk hidup dan makan di posko pengungsian.

Sebagai Satuan yang bertugas dalam menjaga wilayah perbatasan pun ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga.

Demi meringankan keadaan pengungsi yang saat ini membutuhkan uluran tangan dan bantuan dari berbagai pihak, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328 Kostrad yang dipimpin oleh Pabintal Satgas Lettu Kav Hendry J. Pasalbessy bersama dengan pihak kepolisian Pospol Skouw Batas Brigpol Faisal dan Karantina Hewan dan Tumbuhan Bapak Ilyas menggelar aksi peduli bencana banjir kepada para pengunjung dan pedagang pasar Skouw.

“Aksi amal peduli banjir di Sentani ini untuk meringankan beban saudara-saudara kami yang terkena musibah bencana banjir yang masih berada di posko-posko pengungsian,” ujar Lettu Kav Hendry.

Para pengunjung maupun pedagang pasar Skouw pun sangat antusias dengan kegiatan ini, terlihat hampir semua pengunjung dan pedagang pasar memberikan sumbangan baik berupa uang, pakaian layak pakai, makanan serta kebutuhan-kebutuhan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi.

“Dari hasil uang yang kami dapat hasil dari sumbangan rencana akan kami belikan susu dan popok untuk anak-anak bayi yang berada di pengungsian. Rencana akan kami salurkan langsung kepada posko-posko pengungsian yang ada di Sentani," Ujar Pak Ilyas.

■ Rasyid/Penkostrad

Persit KCK Cabang XXXII Brigif 20 Divif 3 PG Kostrad Gelar Perlombaan di Timika

Persit KCK Cabang XXXII Brigif 20 Divif 3 PG Kostrad Gelar Perlombaan di Timika

PERAMALNEWS ■ Dalam rangka memperingati HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-73 tahun 2019, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXII Brigade Infanteri 20 Divif 3 PG Kostrad bersama Persit KCK Ranting 1 Denma Brigif 20 Kostrad melaksanakan kegiatan perlombaan bola voli dan futsal memakai sarung yang dilaksanakan di Mako Brigif 20 Kostrad, Timika, kemarin.

Perlombaan bola voli dan futsal memakai sarung ini dibuka langsung Komandan Brigif 20 Kostrad Kolonel Inf Charles B.P Sagala didampingi Ketua Persit KCK Cabang XXXII Brigif 20 Koorcab Divif 3 PG Kostrad Ny. Donna Charles Sagala di ikuti Pengurus persit KCK Cabang XXXII dan anggota Persit Ranting 1 Denma Brigif 20.

Dalam sambutannya, Danbrigif 20 Kostrad Kolonel Inf Charles B.P Sagala menyampaikan laksanakan perlombaan dengan sungguh-sungguh dan serius tapi santai, perhatikan faktor keamanan, melalui kegiatan olahraga ini diharapkan dapat membina dan memupuk rasa persaudaraan serta kebersamaan diantara anggota Persit.

Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pertandingan ini, saya berharap untuk tetap selalu menjaga dan menjunjung tinggi sportivitas dan mengikuti aturan pertandingan, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Mengakhiri sambutannya Danbrigif 20 Kostrad berharap, selain untuk memperingati HUT ke-73 Persit KCK tahun 2019, kegiatan ini juga sebagai sarana komunikasi dan silaturahmi bagi sesama ibu-ibu persit. Hal tersebut, setidaknya sangat penting guna saling mengenal lebih dekat satu sama lain.

Selain itu, dengan saling kenal, maka akan semakin mepererat persatuan dan kesatuan serta memperkokoh ikatan batin dan kekompakan, sehingga akan terjalin suatu hubungan yang akrab dan harmonis.

 ■ Rasyid/Penkostrad

Kamis, 28 Maret 2019

Terjaring Sweeping di Perbatasan, Bandar Ganja Kampung Mosso Diamankan Satgas Pamtas

Terjaring Sweeping di Perbatasan, Bandar Ganja Kampung Mosso Diamankan Satgas Pamtas

PERAMALNEWS ■ Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri Para Raider  (Yonif PR) 328 Kostrad berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial JW (23 Th) bandar Ganja yang berada di Kampung Mosso bersama dengan barang bukti (BB) 600 gram ganja kering, kemarin.

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari pelaksanaan sweeping rutin yang dilaksanakan oleh personel Pos Muara Tami yang dipimpin oleh Sertu I Putu di poros jalan Kp. Mosso menuju Jayapura.

“Saat Personel melaksanakan sweeping, datang dua orang pemuda inisial OY (19 Th) dan LA (15 Th) dengan mengendarai sepeda motor. Saat melihat ada sweeping, si pengemudi langsung memutar arah saat itu juga anggota langsung mengejar dan berhasil ditangkap saat keduanya bersembunyi di semak-semak,” ujar Mayor Inf Erwin.

“Saat dilakukan penggeledahan, kami temukan 5 paket ganja seberat 300 gram yang disembunyikan di lampu depan motor milik OY,” tambah Mayor Erwin.

Setelah didalami bahwa ganja tersebut dibeli dari seorang bandar yang berada di Kampung. Mosso. Danpos Muara Tami Serka Rohmat langsung berkoordinasi dengan Pospol Batas Skouw Iptu Kasrun untuk melakukan penangkapan. “Saat diamankan tidak ada perlawanan dan ditemukan barang bukti ganja seberat 600 gram yang rencana akan dijual, dan pelaku (JW ) ini memang bandar ganja di Kampung Mosso yang sudah berkali-kali mengedarkan ganja di wilayah perbatasan,” Ujarnya.

Saat ini ketiga pelaku beserta barang bukti ganja seberat 900 gram  sudah diamankan di Polsek Muara Tami untuk diproses hukum.

 ■ Rasyid/ Penkostrad

Rabu, 27 Maret 2019

Sandiaga Janji Hadiri 165 Tahun Masuknya Injil di Papua

Sandiaga Janji Hadiri 165 Tahun Masuknya Injil di Papua

PERAMALNEWS ■ Calon wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan Pilpres 2019 bukan soal Prabowo-Sandi, tapi yang terpenting adalah merajut tenun kebhinekaan dan persaudaraan yang diawalinya dari Mansinam, pulau sejarah peradaban orang Papua.

“Saya sangat tersanjung dengan sambutan warga Manokwari dan di Pulau Mansinam, karena Mansinam adalah pulau yang menyimpan bukti-bukti sejarah peradaban orang Papua yang diawali dengan pemberitaan Injil," kata Sandiaga di Pulau Mansinam, Rabu 27 Maret 2019.

Saat tiba di Mansinam pagi tadi, Sandiaga disambut prosesi injak Buaya dan Penyu yang dibuat dari pasir, sebelum Sandiaga membasuh wajah dengan air sumur tua dan menanam dua pohon kelapa di pulau tersebut.

“Kita yakini akan semakin kuat dalam merawat kebangsaan dan persatuan, Itu yang kita harapkan. Karena Pilpres 2019 tinggal 17 hari lagi kedepan, makanya kita rawat kebhinekaan dan merawat kebudayaan dari ujung timur Indonesia,” ujarnya.

Sandiaga juga bersepakat dengan warga Manokwari khususnya di pulau Mansinam jika diijinkan Tuhan untuk memimpin Indonesia, Prabowo - Sandi akan menghadiri perayaan 165 tahun masuknya Injil di Tanah Papua pada 5 Februari 2020 mendatang.

Sandiaga juga menerima aspirasi warga Mansinam untuk pembangunan rumah layak huni dan menyiapkan generasi milenial di Papua Barat untuk mandiri dalam dunia bisnis.

“Ada dua aspirasi yang saya terima dari warga Mansinam, soal rumah dan pendidikan. Keduanya tentu akan Prabowo - Sandi buktikan lima tahun kedepan sesuai program kerja yang telah disiapkan,” ujar Sandiaga sebelum bertolak menuju lapangan Borasi untuk melakukan kampanye terbuka.

Petrus Rumfabe, tokoh adat suku Doreri di Mansinam mengatakan tradisi injak Buaya dan Penyu yang terbuat dari pasir memiliki arti tersendiri yang diyakini sukunya. Buaya sebagai lambang kekuatan dan keberanian, sedangkan Penyu melambangkan keuletan dan ketabahan dalam mengarungi samudera.

Dia juga meyakini bahwa tiket menuju Istana untuk pasangan Prabowo - Sandi sudah diberikan melalui restu doa saat Sandiaga Uno menginjakkan kaki di Pulau Mansinam dan membasuh wajahnya dengan air sumur tua.

"Mansinam adalah ikon sejarah peradaban orang Papua, jadi kalau pak Sandi sudah ke Mansinam, itu artinya dia ketok pintu rumah dan kami merestui," tutur Petrus Rumfabe.

sumber: Tempo


Sandi Diterima Ketua Klasis GKI Pendeta Mamoribo Papua

 Sandi Diterima Ketua Klasis GKI Pendeta Mamoribo Papua

PERAMALNEWS ■ Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno berkampanye di Manokwari. Sandiaga sempat berenang di Teluk Doreri, Mansinam, saat hendak menuju ke Hotel Mansinam Beach.

Sandi sebelumnya mengunjungi pulau Mansinam yang dituliskan sebagai pusat peradaban Papua karena menjadi titik awal penyebaran agama Kristen di Bumi Cenderawasih. Sandi diterima Ketua Klasis GKI Pendeta Mamoribo.

Sandi lalu diajak berkeliling melihat peninggalan jejak penyebaran agama Kristen tersebut, termasuk sumur tua di dekat Gereja Tua Lahai Roi yang dulunya digali oleh dua pendeta asal Jerman, Carl William dan Goltlob Geisller (Ottow dan Geisller), tahun 1855 bersama penduduk setempat.

Mereka disebut menggalinya menggunakan tempurung kelapa.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu lantas meminum air dan mencuci muka dari sumur tersebut. Berdasarkan kearifan lokal, air sumur tua di Pulau Mansinam itu dikabarkan baik untuk kesehatan serta bisa mengabulkan cita-cita yang meminumnya

"Luar biasa keindahan pulau ini. Wisata religi dan sejarah yang meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitarnya. Katanya kalau ke Papua, tanah pertama yang harus dikunjungi adalah Pulau Mansinam ini," ucap Sandi.

Sebelum menuju ke Mansinam Beach, Sandi menanam dua pohon kelapa di pulau tersebut dan dilanjutkan menikmati kelapa muda dengan pemandangan laut biru.

Dalam dialognya di Mansinam beach resort, Sandi menyatakan dirinya bersama Prabowo Subianto akan meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat Papua.

"Papua punya potensi yang luar biasa. Dibutuhkan kepemimpinan yang tegas dan pemerintahan yang kuat untuk meningkatkan ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat Papua Barat dan Papua pada umumnya," terangnya

Ditambahkan Sandi, fokus utama Prabowo-Sandi ialah ekonomi. Harga-harga yang stabil terjangkau dan penyediaan serta penciptaan lapangan kerja.

Foto: Sandiaga di Mansinam Papua Barat

Sumber: Detik

Selasa, 26 Maret 2019

Bersama Bank BRI, Satgas Pamtas Salurkan Bantuan Logistik di Arso 8

Bersama Bank BRI, Satgas Pamtas Salurkan Bantuan Logistik di Arso 8

PERAMALNEWS ■ Bencana banjir bandang yang terjadi di wilayah Kota Jayapura membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Banjir yang terjadi begitu cepat sehingga para pengungsi tidak sempat menyelamatkan harta bendanya, hanya pakaian di badan saja yang melekat sehingga membuat para pengungsi banyak membutuhkan makanan dan pakaian layak pakai.

Untuk meringankan beban para pengungsi, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH Kostrad memberikan bantuan berupa logistik, pakaian layak pakai dan mendirikan bangunan untuk dijadikan tempat berteduh sementara.

Pos Skamto dan Pos Kout yang dipimpin oleh Wadansatgas Kapten Inf  Masrul bersama-sama dengan Kepala Cabang BRI Ria Sambono mendatangi salah satu posko pengungsian di panti asuhan Shalom yang berada di Arso 8, terdapat 88 orang pengungsi yang terdiri dari orang dewasa 53 orang, anak-anak 28 orang dan bayi 2 orang.

“Kami memberikan bantuan logistik seperti air mineral, makanan ringan dan susu untuk  bayi serta pakaian layak pakai. Selain itu kami juga membangun sebuah tempat untuk dijadikan tempat berteduh sementara bagi para pengungsi disini,” Ujar Kapten Masrul.

Salah satu korban banjir, Bapak Agustinus mengatakan bahwa dirinya tidak sempat menyelamatkan apa-apa dan memilih untuk mengungsi di panti asuhan Shalom  Arso 8.

“saya sama keluarga memilih mengungsi di panti asuhan Shalom ini karena dulu kami merupakan alumni panti disini, rata-rata orang yang mengungsi disini orang penduduk asli Keerom yang bekerja di Sentani,” Ujar Pak Agustinus.

Bapak Manurung selaku tetua di panti asuhan Shalom mengucapkan terima kasih kepada Personel Satgas yang telah memberikan perhatian dan membantu secara kemanusian kepada korban bencana alam.

“Terima kasih kepada Bapak Personel Satgas yang sudah membantu kami, memberikan kebutuhan yang diperlukan bagi para pengungsi disini,” Ujar Bapak Manurung.

■ Rasyid/Penkostrad

Duka Papua dan Menghilangnya Para Pejuang Papua

  Duka Papua dan Menghilangnya Para Pejuang Papua


Duka Papua dan Menghilangnya Para Pejuang Papua

Oleh: Johan Efraim Rumbino


Papua Berduka

Seminggu sudah Papua berduka dan bersedih dengan adanya bencana di Sentani - Jayapura, dan dalam waktu satu minggu ini juga kita orang Papua bahkan Indonesia belajar dari artinya toleransi dari Papua dan satu hal yang sangat penting untuk kita orang Papua pelajari adalah siapa saudara kita sebenarnya? Apakah mereka yang hanya lantang berteriak menuntut kemerdekaan Papua dengan alasan agar Orang Papua bisa menjadi tuan ditanah sendiri ataukah mereka yang selalu disebut dengan sebutan kolonial yang juga berbeda warna kulit dengan kita tapi bisa ikut berduka ketika Papua dilanda duka dan juga menetaskan air mata bahkan memberi dari kekurangan mereka karena mereka anggap kita adalah saudara? Hanya kita yang melihat dengan hati yang mampu menjawabnya.

Siapa Saudara Sesungguhnya

Bencana alam yang terjadi semuanya tidak terlepas dari kehendak Tuhan. Kita semua umat yang percaya mengimani hal itu, karena segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendak Tuhan, Duka kita telah berlalu dan kita harus bangkit kembali. Dalam duka kita semua mendapat pelajaran hidup yang penting dimana saudara-saudara kita dari Sabang - Merauke turut merasakan duka yang kita alami di Papua.

Saya sendiri melihat bagaimana saudara-saudara kita yang selama ini selalu dikatakan sebagai kolonial maupun penjajah, merekalah yang selalu ada sejak bencana itu terjadi. Merekalah yang mengorbankan waktu, bahkan mampu berbagi dari kekurangan mereka untuk membantu saudara-saudara kita di Sentani. Mereka membantu dengan ikhlas tanpa ada paksaan. Karena apa? Karena Papua adalah saudara mereka, Papua adalah bagian dari Indonesia, yang ketika Papua menangis maka mereka ikut menangis.

Ada satu hal yang sangat menyentuh saya ketika hari Minggu kemarin. Saat itu saya dalam perjalanan ke Bandara Sentani untuk berangkat balik ke Jakarta setelah 3 hari saya berada di Sentani untuk memberikan bantuan bagi saudara-saudara saya. Di tengah perjalanan menuju bandara saya berpapasan dengan segerombol penjual bakso yang menggunakan motor. Jumlah sekitar 30-an motor, mereka dikawal Polisi. Saya pun bingung dan bertanya dalam hati kemana mereka akan pergi?

Karena penasaran, saya memutuskan untuk mengikuti mereka dari belakang. Dan, alangkah terkejutnya saya ketika melihat langsung bahwa mereka hadir di Sentani untuk berbagi dengan saudara-saudara mereka yang menjadi korban bencana. Bakso yang biasa mereka jual, kali ini mereka sediakan secara gratis dan cuma-cuma.

Sungguh kasih yang luar biasa yang mereka tunjukan, dalam kekurangan pun mereka masih mampu berbagi. Kasih seperti inilah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita. Mereka yang tidak seiman dengan kita mampu menunjukan itu dalam duka kita saat ini.

Pejuang Papua Hanya Mampu Berkoar

Duka Sentani - Papua sudah seminggu ini. Namun, Sentani mulai bangkit membangun kembali puing-puing tangisan yang tersisa. Pertanyaan muncul, dimanakah mereka yang katanya berjuang bagi bangsa Papua? Dimanakah Beny Wenda? Dimanakah Viktor Yeimo? Dimanakah Socratez Yoman? Dimanakah Laurenz Kadepa? Dimanakah KNPB? Dimanakah ULMWP? Dimanakah OPM? Tidakkah kalian lihat Papua sedang menangis? Dimana uluran tangan kalian untuk membantu saudara-saudara kita? Dengan hebat dan lantang kalian sering berteriak bahwa kalianlah yang berjuang untuk Papua, tetapi ketika Papua menangis, kalian semua menghilang tanpa jejak. Bahkan untuk mengotori tangan kalian demi mengangkat jenasah saudara-saudara kalian pun tidak terjadi sama sekali.

Terima kasih untuk semua tindakan kalian ini, karena dari semua ini kami orang Papua belajar bahwa keluarga kami sebenarnya adalah Indonesia, saudara kami sebenarnya adalah mereka yang berbeda warna kulit dengan kami tetapi mempunyai hati dan belas kasih seperti kami.

Duka kami adalah Duka Indonesia. Karena kami Papua, kami Indonesia.

Jakarta, 25 Maret 2019

Penulis adalah aktivis Gerakan Bangun Papua

Sabtu, 23 Maret 2019

Gunakan Rute Jalan Tikus, 7 Warga PNG Diamankan Satgas Pamtas Di Wilayah Perbatasan

Rute jalan tikus di perbatasan

PERAMALNEWS Menjaga kedaulatan wilayah perbatasan merupakan salah satu tugas pokok bagi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328 Kostrad sesuai dengan UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Sering kali terjadi berbagai macam tindak pidana maupun pelintas batas illegal yang masuk ke wilayah NKRI tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kondisi aktivitas lintas batas pun cukup beragam, berbagai  bentuk ancaman terhadap keamanan dan pertahanan lintas batas juga banyak dengan ditemukannya jalan-jalan tikus yang sulit dideteksi yang berada di kawasan hutan yang dimanfaatkan sekelompok orang untuk perlintasan batas illegal.

Untuk mencegah terjadinya pelintas batas illegal, Personel Satgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad, Pos Komando Takstis (Kotis) yang dipimpin oleh Serka Young Nicko melakukan patroli keamanan rutin di sekitar rute jalan-jalan tikus.

“Pada saat patroli kami mengamankan 7 orang pelintas batas illegal Warga negara PNG, P (64 Th), H (24 Th), I (28 Th), RS (36 Th), J (24 Th), DN (66 Th) dan A (20 Th) yang melintas melalui jalan tikus tanpa membawa dokumen resmi untuk memasuki wilayah Indonesia,” Ujar Serka Nicko.

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengatakan bahwa pelintas batas illegal masih sering terjadi di wilayah perbatasan dengan melalui jalan-jalan tikus yang berbeda-beda.

“Sesuai dengan aturan UU No 6 tahun 2011, pasal 8 ayat (1) bahwa setiap orang yang ingin masuk/keluar wilayah Indonesia wajib memiliki dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku. Di wilayah perbatasan biasanya para Warga Negara PNG mempunyai kartu lintas batas yang berwarna kuning untuk dapat memasuki wilayah Indonesia dan hanya sebatas wilayah Skouw saja, sehingga apabila Warga Negara PNG tersebut tidak mempunyai maka tidak dapat memasuki wilayah Indonesia,” Ujar Mayor Inf Erwin.

■ Rasyid/Penkostrad

Peduli Banjir Sentani, Brigif 20 Kostrad Kirim Sembako Ke Jayapura


PERAMALNEWS ■ Sebagai wujud kepedulian dan Aksi cepat tanggap Brigif 20/3 Kostrad mengirimkan bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai untuk korban banjir bandang di Sentani Kabupaten Jayapura, Kamis (21/03/19).

Barang-barang kebutuhan yang disumbangkan tersebut di antaranya sembako berupa beras, gula, susu dan lainnya, serta baju layak pakai yang akan di antar ke Lanud Timika dan diterbangkan menuju Sentani menggunakan pesawat Hercules.

Danbrigif 20 Kostrad, Kolonel Inf Charles B.P Sagala yang di wakili Kasi Ops Brigif 20 Kostrad Kapten Inf Saud P. Nainggolan mengatakan, bantuan sembako dan kebutuhan barang tersebut merupakan bantuan dari Brigif 20 Kostrad dan jajaran serta para donatur yang peduli terhadap korban banjir bandang di sentani.

"Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para korban banjir bandang di Sentani, dan sekitarnya. Dengan adanya bantuan ini, semoga dapat membantu meringankan beban para korban banjir dalam memenuhi kebutuhan sandang dan pangan mereka sehari-hari, ujar Kasi Ops Brigif 20 Kostrad," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan yang dilakukan tersebut adalah wujud dan usaha bersama jajaran Brigif 20 Kostrad dan donatur. Semoga bantuan yang kita kirim dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana banjir bandang di Sentani Jayapura.

"Tak lupa mari kita bersama-sama berdoa semoga saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Sentani selalu diberi kekuatan dan ketabahan dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa," katanya.

Kegiatan pemberangkatan bantuan sembako dan pakaian layak pakai untuk korban banjir bandang di Sentani Jayapura dilaksanakan di depan Markas Komando (Mako) Brigif 20 Kostrad di hadiri Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXII Brigif 20 Koorcab Divif 3 PG Kostrad, Ny. Donna Charles B.P Sagala, para Kasi Brigif 20 Kostrad, Perwira Denma Brigif 20 Kostrad, pengurus persit KCK Cabang XXXII Brigif 20 Kostrad dan Prajurit Bigif 20 Kostrad.

■ Rasyid/Penkostrad

Kamis, 21 Maret 2019

Satgas Yonif PR 328 Kostrad Dukung Gerakan Sadar Wisata di Papua


PERAMALNEWS ■ Personel Pos Komando Taktis (Kotis) SatgasYonif PR 328 Kostrad menghadiri kegiatan pemberdayaan wilayah perbatasan dengan menggelar sosialisasi sadar wisata yang di prakarsai oleh Kementrian Pariwisata setempat  Bertempat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Skouw, Distrik Muara Tami, Jayapura. Rabu (20/03)

Kegiatan yang dihadiri oleh 70 Orang Warga dari Distrik Muara Tami bertujuan untuk mensosialiasasikan tempat-tempat yang memiliki potensi wisata di Kota Jayapura, Papua. Salah satunya adalah Pos PLBN perbatasan RI-PNG yang kerap kali ramai dikunjungi oleh Masyarakat.

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw dahulu menyimpan cerita kelam, pada tahun 2014 lalu terjadi kontak tembak yang melukai aparat keamanan. Namun kejadian kelam tersebut merupakan yang terakhir kali terjadi di wilayah perbatasan, sekarang semenjak diresmikan pada bulan Mei 2017 menjadi kawasan perbatasan RI-PNG, Skouw menjadi daya tarik bagi masyarakat Papua dan luar Papua. Hal ini menjadi salah satu perhatian bagi Kementrian Pariwisata untuk memberdayakan wilayah perbatasan dengan menggelar sosialisasi sadar wisata.

Sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Ibu Diana Simanjuntak sebagai Perwakilan dari Asisten Deputi I Pariwisata serta Bapak Jerry Aronggear Dosen Akademi Pariwisata Jayapura. “Kepedulian akan sektor Pariwisata khususnya daerah Skouw hingga perbatasan RI-PNG merupakan tanggung jawab kita semua, dengan tema Sapta Pesona 7 K yaitu Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan dan Kenangan mari kita bangkitkan sektor pariwisata di Papua,” Ujar Ibu Diana Simanjuntak.

Keterlibatan Satgas Yonif PR 328 Kostrad dalam mendukung kegiatan kepariwisataan di daerah Skouw Batas adalah bersama-sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah pariwisata.

“Kami juga mengharapkan kepada Personel Satgas dari Yonif PR 328 Kostrad yang bertugas dalam menjaga perbatasan memberikan rasa aman kepada Masyarakat yang datang mengunjungi wilayah perbatasan Skouw,” Tambah Ibu Diana Simanjuntak,

Asisten Deputi I Pariwisata, Bapak Jerry Aronggear juga menambahkan, “Menjaga kebersihan tempat wisata dimulai dari hal-hal yang kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menyukai akan kebersihan dan keindahan sehingga akan tercipta kenyamanan dan menambah daya tarik bagi tempat wisata”.

■ Rasyid/Penkostrad

Hypermat Melalui IWO Bantu Jurnalis Korban Banjir Jayapura


PERAMALNEWS ■ Hypermat Abepura melalui Ikatan Wartawan Online (IWO) Papua menyalurkan bantuan kepada keluarga beberapa wartawan yang mengalami kebanjiran sejak, Sabtu (16/3) malam.

Para jurnalis  ini memilih mengungsi sudah tak bisa tinggal di rumah mereka tepatnya di perumaham Gajah Mada Sentani Kelurahan Dabonsolo, Kampung Yahim Kabupaten Jayapura yang sudah terendam air. Baik sebatas lutut maupun setinggi rumah.

Ketua IWO Papua RI Vanwi Subiyat, Rabu (20/3) siang menyerahkan langsung  bantuan kepada  Marcel Kelen (Media Indonesia), Fitus Arung ( Kabar Papua) , Andi Riri ( Wartaplus.com) dan Jack Wali (Palmannews.com) ditemani  Jorsul Satuan ( TV One) dan Jefri Patirajawane (AFP)

Vanwi mengatakan, bantuan sedikit ini  semoga dapat bermanfaat. "Tetaplah kuat dan tabah dan tetaplah bersemangat untuk menjalani kehidupan selanjutnya,"ujar Vanwi  yang juga wartawan Suara Pembaruan-Beritasatu.com ini.

Untuk diketahui, perumahan Gajah Mada  ini terdapat 400 rumah yang kesemuanya sudah dimasuki air setinggi lutut orang dewasa maupun setinggi rumah. Hingga saat ini perumahan dipenuhi tumpukan lumpur, pasir dan pohon akibat kiriman dari Kali Doyo dan Kemiri.

■ Rls 

Diduga Dikorupsi, Warga Papua Minta Presiden Kunjungi Pembangunan Kerambah


PERAMALNEWS ■ Ratusan massa melakukan aksi damai di Kementrian PUPR dan KPK menyuarakan adanya dugaan korupsi pada proyek pembangunan kawasan permukiman nelayan, Tepi Air Kampung Hamadi, Kota Jayapura, Papua.

Mereka membentangkan spanduk terpanjang berisi tuntutan para pendemo di depan Gedung Kementerian PUPR.

"Kami meminta Kementerian PUPR melakukan kewajibannya membayarkan ganti-tugi terhadap hak masyarakat adat keluarga besar Suku Ireeuw (Dominggus Irreuw - red),” terang kata Korlap Aksi, Lisman.

Diterangkannya, Pemerintah seakan lepas tangan dan mengabaikan persoalan ganti rugi terhadap hak-hak rakyat dalam penyelesaian ganti-rugi pembangunan Kerambah Kampung Nelayan Hamadi di Kota Jayapura Papua dengan Nilai Kontrak Rp 49.463.700.000.000.

“Proyek itu dikerjakan PT. Basuki Rahmanta Putra dengan Konsultan PT. Blantickindo Aneka pada Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR Tahun Anggaran 2017 – 2018,” demikian tuntutan Massa aksi Relawan DJM di Kementrian PUPR dan KPK, Senin (18/3/2019).

Menurut Lisman, seharusnya bisa diimplementasikan di Kementerian PUPR, terutama di Dirjen Cipta Karya. "Sehingga bisa menyelasaikan persoalan hak-hak rakyat supaya mereka tidak tertindas dan bisa mendapatkan keadilan yang nyata,” seru Lisman.

Sambil membentangkan spanduk terpanjang, para pendemo mengharapkan agar Presiden Jokowi dapat melihat kondisi dan nasib mereka di lokasi pemukiman nelayan di Jayapura. "Ribuan nelayan di Papua meminta kepada Presiden Jokowi agar dapat bisa melihat nasib mereka, akibat pembangunan kerambah,” tambah Lisman.

Tak hanya itu, mereka juga meminta Pemerintah Pusat, terutama Kementrian PUPR agar bisa melakukan musyawarah mufakat terhadap kerugian yang menimpa hak-hak masyarakat adat yang belum diselesaikan sama sekali.

“Kemudian hak-hak para nelayan pencari ikan yang terganggu terhadap pembangunan tersebut yang mengakibatkan aktivitas mereka saat ini terganggu,” tutur Lisman.

Menurut para demonstran, pembangunan proyek pemukiman nelayan ini tidak melalui proses yang semestinya. "Apalagi proyek tersebut, kami duga kuat tidak ada kajian amdal, sehingga tidak memperhitungkan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan hidup yang ditimbulkan dari proyek tersebut,” urai Lisman lebih lanjut.

Dirinya juga menyampaikan bahwa merupakan suatu ketidakwajaran bahwa nilai proyek yang begitu besar tidak ada pergantian hak-hak masyarakat adat. Diduga kuat proyek tersebut di-mark-up, sebab proyek tersebut dinilai tidak berguna alias menghabis-habidkan uang rakyat saja.

Dalam aksinya, mereka mengancam akan membawa kasus ini ke Lembaga KPK agar diusut. “Kebetulan saat ini Tim KPK yang ada di Papua sedang sidak beberapa proyek yang sedang masalah,” pungkas Lisman.

■ Wils

Senin, 18 Maret 2019

Marsekal Hadi: Satsiber TNI Melindungi Infrastruktur Kritis TNI


PERAMALNEWS ■ Satuan Siber Tentara Nasional Indonesia (Satsiber TNI) memiliki tugas untuk melindungi dan mempertahankan infrastruktur kritis TNI yang terhubung satu dengan yang lainnya.

Demikian dikatakan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya pada acara peresmian Sistem Siber TNI, bertempat Gedung Siber Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/3/2019).

Panglima TNI menyampaikan bahwa ada 4 (empat) fungsi yang harus dimiliki Siber TNI yaitu deteksi, proteksi, recovery dan meyakinkan bahwa sistem siber yang berjalan tidak terdapat lubang atau kelemahan pertahanan yang bisa dimasuki oleh malware maupun backdoor.

“Jangan sampai digunakan untuk mengambil data dan mengawasi kita ataupun menjadi ancaman terjadinya kelumpuhan dalam sistem Siber TNI”, tegasnya.

Di sisi lain, Panglima TNI mengingatkan akan kejadian yang tidak terprediksi seperti serangan teroris yang ada di New Zealand.  Menurutnya, peristiwa ini dapat dikaitkan pada satu teori yang ditulis oleh Nassim Nicholas Taleb dikenal dengan Black Swan Theory (Teori Angsa Hitam) yang menjelaskan pada peristiwa langka memiliki dampak besar, sulit diprediksi dan di luar perkiraan biasa.

“Jika dikaitkan dengan Tugas Pokok TNI, dengan kehadiran Satsiber TNI ini diharapkan mampu memprediksi atau meramalkan apa yang terjadi walaupun secara terbatas dengan menganalaisa jejak digital yang terjadi di dunia maya”, ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Wakasal Laksdya TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., Wakasau Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto S.H., M.DS., Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc., Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI (Purn) DR. Djoko Setiadi, M.Si., Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN Irjen Pol. Drs. Dharma Pongrekun, MM.,M.H., serta Dansatsiber TNI Brigjen TNI (Mar) Markos.

 ■ George M/Puspen TNI 

Kamis, 14 Maret 2019

Kunjungi Satgas Yonif PR 328 Kostrad di Jayapura, Ini Kata Pangkostrad


PERAMALNEWS ■ Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han). didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Gabungan Kostrad beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Yonif Para Raider 328 Kostrad, yang berada di perbatasan RI-PNG untuk meninjau Pos Satgas Pamtas Yonif 328 Kostrad di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Rabu (13/3/2019).

Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Kostrad di Jayapura disambut Danlanud Jayapura, Wakapolda Papua, Danrem 172/PWY, Perwira Staf Kodam XVII/Cenderawasih dan  Ibu Pandit Sembiring Bersama pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD XVII/Cenderawasih di Bandara Sentani

Dalam Pengarahannya, Pangkostrad mengingatkan kepada personel Satgas yang bertugas di perbatasan dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat yang ada di wilayah penugasan. Prajurit Kostrad harus profesional dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, setiap prajurit bersikap ramah tamah kepada rakyat dan membantu rakyat, prajurit Kostrad harus punya semangat, niat dan tekad dalam melaksanakan tugas.

“Selain itu, prajurit harus berwibawa serta menghindari sifat-sifat yang tidak baik, karena dengan kewibawaan prajurit, maka akan dapat disegani oleh rakyat,” tambah Pangkostrad.

Pangkostrad menambahkan bahwa prajurit harus bisa mengayomi masyarakat dengan santun dan berkomunikasi yang baik. Selain itu harus mampu membela dirinya apabila menghadapi bahaya di daerah penugasan sehingga para prajurit siap membela bangsa dan negara.

Pangkostrad juga meminta agar setiap prajurit dapat mengasah kemampuan dengan membaca situasi yang ada di sekitar daerah operasi baik itu kearifan lokal maupun masyarakat di wilayah penugasan.

“Dengan sendirinya, prajurit dapat memanfaatkan potensi wilayah yang ada untuk membangun kehidupan masyarakat dengan inovasi-inovasi yang berkembang demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han).

Diakhir pengarahannya Pangkostrad mengucapkan terimakasih kepada tokoh masyarakat yang telah membantu prajurit dalam pelaksanaan tugas sehingga terjalin kerja sama yang baik antara prajurit dengan masyarakat perbatasan.

■ Rasyid/Penkostrad

Selasa, 12 Maret 2019

Pangkostrad Kunjungi Markas Yonif Para Raider 433 Kostrad di Maros


PERAMALNEWS ■  Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han). didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Gabungan Kostrad beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Yonif Para Raider 433 Kostrad, Sambueja, Maros. Senin (11/03/19).

Kedatangan Pangkostrad dan rombongan disambut oleh Komandan Batalyon Infanteri Para Raider (Danyonif PR) 433 Kostrad, Mayor Inf Yudy Ardiyan Saputro, S.I.P. didampingi para Komandan Kompi (Danki) dan Perwira Seksi (Pasi) serta seluruh prajurit Yonif Para Raider 433 Kostrad.

Rangkaian kunjungan Pangkostrad di Yonif PR 433 Kostrad diawali dengan laporan Danyonif PR 433 Kostrad, selanjutnya Pangkostrad beserta rombongan transit sejenak di ruang loby Mayonif PR 433 Kostrad dan menyaksikan video kondisi satuan saat terjadinya banjir bandang.

Pangkostrad dan rombongon berkesempatan meninjau pangkalan dan rumah dinas yang terdampak akibat terjadinya banjir bandang beberapa waktu lalu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pangdivif 3 Kostrad, Asren Kostrad, Asops Kaskostrad, Asintel Kaskostrad, Danbigif Para Raider 3 Kostrad, Kazi Kostrad, para Dansatjar Divif 3 Kostrad, para Asisten Kasdivif 3 Kostrad dan para Kasi Brigif PR 3 Kostrad beserta seluruh prajurit Yonif PR 433 Kostrad.

■ Rasyid/Penkostrad 

Tak Dilengkapi Surat Resmi, Satgas Pamtas Amankan 73,5 Kg Vanilli Dan 476 Kg Kulit Kayu Masohi


PERAMALNEWS ■ Daerah perbatasan merupakan salah satu daerah yang rawan akan peredaran barang-barang ilegal dan terlarang, berbagai macam cara dilakukan agar barang-barang tersebut dapat lewat tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif PR 328 Kostrad Pos Kotis yang melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap setiap kendaraan yang melintas dan  berhasil mengamankan kendaraan yang membawa barang import ilegal tanpa dilengkapi surat-surat serta dokumen resmi berupa kulit kayu Masohi seberat 476 Kg (11 Karung) milik Ibu SR (55 Th) Warga Skouw Yambe dan Vanilli seberat 73,5 Kg milik Bapak MA (39 Th) Warga Koya Timur dan A (42 Th) Warga Hamadi.

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) menjelaskan bahwa mereka tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat dan dokumen resmi.

“Pada saat dilakukan pengecekan rutin oleh personel Pos Jaga, SR, MA dan A tidak dapat menunjukkan surat dan dokumen resmi sehingga kulit kayu Masohi dan Vanilli ilegal tersebut kami amankan. Penyelundupan Vanilli ilegal merupakan yang ketiga kali selama 4 bulan Satgas Yonif PR 328 Kostrad bertugas menjaga perbatasan,” Ujar Mayor Inf Erwin.

Setelah dilakukan koordinasi antara personel dengan pihak Balai Karantina Pertanian dari PLBN Skouw, pemilik Kayu Masohi dan pemilik Vanilli tersebut diberikan kesempatan untuk melengkapi surat-surat dan dokumen resmi.

Penyelundupan barang ilegal merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dari para pelaku tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan peraturan. Selain bertentangan dengan peraturan kegiatan penyelundupan juga sangat merugikan bagi Negara Indonesia.

■  Rasyid/Penkostrad

Danbrigif 20 Kostrad Sambut Kedatangan 600 Prajurit TNI di Nduga Papua


PERAMALNEWS ■ Komandan Brigif 20 Kostrad, Kolonel Inf Charles B.P Sagala Mendampingi Danrem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan Binsar P Sianipar menyambut kedatangan 600 prajurit Yonif Para Raider 431 Kostrad dan Yonzipur 8/SMG yang tergabung dalam Satuan Tugas Pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan di Trans Wamena Kabupaten Nduga, batas batu dan Mamugu Papua, bertempat di Dermaga Pelabuhan Poersite PT Freeport Indonesia, Timika.

Penyambutan ini di gelar di atas deck Helipad KRI dr. Soeharso. Dalam pengarahannya Danrem 172 Kolonel Inf Jonathan Binsar P Sianipar, mengatakan selamat datang dan selamat melaksanakan tugas Pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan di Trans Wamena Kabupaten Nduga, Batas Batu dan Mamugu semoga pengabdian kita kepada bangsa dan negara selalu mendapat bimbingan, petunjuk dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan semangat kejuangan yang tinggi, ditekankan kepada seluruh prajurit Satgas pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, untuk bersama-sama dengan komponen masyarakat lainnya, mewujudkan stabilitas yang kondusif di wilayahnya, agar terlaksananya pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan secara lancar dan aman.

Mengakhiri pengarahannya Danrem 172 menegaskan, gerakan separatis masih menjadi isu keamanan dalam negeri, mengingat masih adanya pihak-pihak tertentu yang berkeinginan untuk memisahkan diri dari NKRI dengan mengeksploitasi kelemahan-kelemahan dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah maupun pusat.

“Tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dengan mencermati dan mengantisipasi perkembangan situasi secara terus-menerus terhadap adanya kemungkinan ancaman-ancaman yang akan mengganggu keamanan dan keselamatan pasukan kita serta mengganggu kelancaran pembangunan Infrastruktur di jalan Trans Wamena Kab. Nduga.” Pungkas Danrem 172.

Turut hadir dalam penyambutan kedatangan satgas Yonif 431 Kostrad dan Yonzipur 8 Kostrad, Asops Kodam XVII/Cendrawasih, Kapendam XVII/Cendrawasih, Dandim 1710/MMK, Serta Danyonif 754/20/3 Kostrad.

■ Rasyid/Penkostrad

© Copyright 2018 BERITA PAPUA HARI INI | All Right Reserved